archive for the ‘travell report’ category

kyoto arashiyama hanatouro 2010

Kyoto Arashiyama Hanatouro 2010.

read the rest of this entry »

kupanggili namanya…[tapi dia gak denger]

kupanggili dia, micky, ketika hendak menyeberang jalan di kuanino, kupang. tapi dia tidak mendengar. bukan salah dia, tapi lantaran saya memanggilinya dari angkot atau kendaraan umum yang membunyikan musik keras-keras… berdentam-dentam sehingga melarutkan panggilanku ke arah dia. di kupang, juga di alor dan di sumba, semua angkot [nama setempat: otobemo atau bemo kota untuk membedakan [...]

read the rest of this entry »

ampupu

ini adalah nama kayu paling banyak digunakan orang timor untuk bahan membuat rumah bulatnya. tergolong sebagai kayu eucalyptus, kayu ini banyak terdapat di timor barat hingga ke timor leste. selain digunakan untuk rangka bangunan, batang kayu ini -yang berukuran besar- bisa dibelah menjadi dua dan setelah dihilangkan isinya maka bentuk setengah tabung itu bisa digunakan [...]

read the rest of this entry »

ketakutan di tanah kering

majapahit konon sudah menyebut batas-batas kontrol negaranya hingga jauh ke kepulauan di timur.  dan nagarakretagama juga menyebutkan bahwa majapahit melakukan hubungan perdagangan dengan penduduk pulau di ujung timur kekuasaan kontrolnya itu. konon -demikian mengikuti david boyce yang menulis tentang sejarah dan kebudayaan timor-, dari istilah “timur” itulah pulau itu mendapatkan namanya: timor. jadi, nama timor [...]

read the rest of this entry »

lopo

di fatumnasi hanya satu lopo yang saya jumpai. didirikan di tepi jalan dan sekarang difungsikan sebagai halte angkot. karena fungsi itu maka peninggian lantai tidak dilakukan untuk memudahkan pergerakan orang dari dan ke angkot-lopo lopo adalah salah satu tipe bangunan khas timor. hanya karena struktur semi publik ini terbuka tanpa dinding, maka di daerah yang [...]

read the rest of this entry »

prosesi pusaka

saya menulis  ini  setelah bangun  dari istirahat karena semalam ikut prosesi kirab pusaka di istana mangkunagaran surakarta. saya datang bersama adik karena diundang untuk mendampingi pusaka nomor 2 [entah diberi nama apa pusaka ini. demikianlah keheranan saya: pusaka kok tidak diberi nama dengan kyai sebagaimana selama ini saya kenal, tapi dengan  nomor]. pusaka  dalam  tradisi [...]

read the rest of this entry »

api di umekbubu

barusan diskusi dengan teman-teman mengenai api dan ruang. sudah diketahui bahwa perapian merupakan pusat dari kegiatan merumah. di sekitarnya berlangsung kegiatan yang membutuhkan terang, panas dan kehangatan darinya. api diperlakukan sebagai sumber dari hal-hal tadi. semakin mendekat, semakin kita mendapat. dan semakin menjauh semakin menyusutlah yang kita dapat. relasi sosial yang diakibatkan dari rumah yang [...]

read the rest of this entry »