Archive of ‘travell report’ category

luar dalam sebuah rumah

barusan pulang dari mengunjungi sebuah rumah di bangunjiwa, bantul.
di pegunungan kapur yang di musim kemarau begini terasa gersang… daun jati kering berserakan dan berisik tergerak angin dan terinjak kendaraan lewat.
hanya ada beberapa gerumbulan pohon hijau, dan ada sebuah yang sangat besar di sana, di kejauhan dari tempat saya memandanginya.

saya memandang dari lantai dua, rumah yang serba terbuka. ya, terbuka, baik ketika masuk dengan turun dan menikung dinding batu panjang, maupun ketika menyeberang kolam dan membuka pintu rumah, naik tangga dan diterima tempat luas yang terbuka.

rumah ini menghadirkan kesan terbuka sejak dari lantai pertama hingga kedua, sehingga timbul komentar “omahmu kuwi ngapusi [rumahmu itu mempedayai], sepertinya kita sudah masuk tapi kok terasa seperti masih di luar.”

apa itu “luar” dan apa itu “dalam”? kedua kategori tempat ini sangat penting, atau mendasar bagi seorang arsitek. arsitek dilatih untuk dapat memisahkan keduanya, dapat mengenali perbedaannya, dapat merasakan berbagai-bagai jenis relasi antara keduanya.

bisakah ruang terbuka tanpa atap menghadirkan kesan ‘di dalam’?
bisakah ruang beratap tanpa dinding menghadirkan kesan ‘di luar’?
keduanya bisa.
dan keduanya sudah lama dimainkan oleh nenek moyang kita dalam membangun rumah-rumahnya. dan inilah rumah tropik yang paling cocok [terbukti telah bertahan lama] untuk nenek moyang kita, yang sekarang ‘ditemukan kembali’ pada rumah yang saya masuki ini.

ditemukan kembali, dengan wujud yang sama sekali tidak jawa, atau bali, atau mana pun di nusantara ini. rumah ini baru, modern. dengan bahan batu-batu, bata, bambu, kayu yang diperlihatkan apa adanya seperti keinginan para modernis yang pantang membikin selubung atau tutup. zakelijk sajalah!

[dalam sejarah arsitektur modern memang ada gerakan nieuwe zakelijkheid atau ‘keterusterangan baru’, yang meminta agar para arsitek dan seniman menampilkan karyanya secara jujur: baik pada bahan yang digunakan serta cara perlakukan yang cocok atas bahan tadi].

ini semua membuat saya jadi teringat sajak ws rendra:

kemaren dan esok adalah hari ini

langit di luar langit di dalam

bersatu dalam jiwa

1 2 3 4