Archive of ‘picture’ category

visualisasi pagi

ketika saya mengambil foto ini tepat seminggu gempa di fukushima.
memang tidak ada hubungannya foto ini dengan gempa tadi. gempa sebagai gejala alam tidak kenal kalender mingguan gregorian. mungkin dia punya irama, tapi iramanya tidak koheren dengan irama kalender kita. meski kalender gregorian juga mengindahkan perputaran matahari, tapi pergerakan matahari tidak dibagi-bagi oleh hitungan 7 harian.

alam punya irama pergerakan. seperti halnya kita menamai rentang waktu sebagai “pagi”, itu karena kita menjumpainya dengan ciri-ciri yang berulang kali muncul sehingga kita kenali: waktu selepas malam ketika matahari mulai menampakkan diri dari cakrawala sehingga cahayanya menimbulkan bayangan panjang yang nyaris rebah ke tanah…

irama pergerakan alam itu kita kenali ciri-cirinya, kita beri nama, dan bila diabadikan gambarnya, maka segera kita mengenalinya: ini pagi!

pagi adalah nama yang kita berikan pada momen tadi. momen yang selain memberi pertunjukan visual juga memberi efek pada badan. saya biasa merasa segar ketika pagi dan banyak mengerjakan hal-hal penting di waktu tadi. mungkin karena badan terasa segar maka ada rasa percaya diri bisa menyelesaikan pekerjaan tadi.

pagi, hadiah dari alam, membangunkan juga rasa syukur di badan.
juga di hati.

syukur pada allah..!

memberikan nyawa bagi orang lain

orang yang memberikan nyawanya bagi orang lain, saya kira dulu itu cuma mitos yang dibesar-besarkan oleh institusi agama. tapi hari ini saya mendapat link tentang 50 orang yang bertugas membetulkan kerusakan reaktor nuklir di fukushima. mereka berangkat seperti menjemput kematiannya saja.
situs dailymail ini memuat pesan pendek [sms] dan email mereka pada istri dan anak-anak:

lanjutkanlah hidupmu,

mungkin aku tidak bisa pulang lagi berkumpul lagi denganmu.

pamitan yang mengharukan. pamitan dari orang yang punya jiwa agung, yang mau mengurbankannya untuk orang lain. ternyata, menurut temuan mas bram, kisah-kisah tradisional juga kaya dengan contoh begini:

seperti pamitannya salya pada setyawati
suyudhana pada banumati
damarwulan pada anjasmara

kebetulan, saya membacanya di minggu-minggu sengsara seperti sekarang ini.

yang punya mata hendaknya melihat,
yang punya telinga hendaknya mendengar

1 2 3 4 5