batu besar dan kayu

kastil nagoya ini didirikan oleh ieyasu tokugawa, setelah orang besar ini memenangkan perang besar sekigahara. batu-batu besar disusun menjadi benteng perlindungan yang sangat kokoh, melindungi teritori yang sangat luas tempat segala kehidupan kota dulu berlangsung di dalamnya.

di dalam kastil ini dulunya banyak sekali bangunan-bangunan kayu, yang sekarang hanya tinggal lahan kosong dengan pohon-pohon besar-kecil tumbuh menggantikannya.

pohon adalah pemasok kayu yang tidak henti-hentinya tumbuh. sedangkan batu, cuma tersedia sejumlah tertentu dan akan semakin berkurang bila hasrat membangun dari manusia tidak kunjung kendur.
bagi masyarakat yang punya keterbatasan batu dan kayu, mereka lebih suka memelihara yang sudah ada. bisa dengan cara nglungsurkan ke anak-cucu sebagai warisan budaya, untuk kepentingan yang baru. sedang masyarakat yang serba berlimpahan sumber daya, umumnya akan kurang menghargai warisan budaya.

kastil yang saya datangi ini sudah berbeda dari ketika dibangunnya dulu. sudah barang tentu begitu. fungsinya sudah bukan tempat hunian shogun agung tadi, tapi sudah menjadi tempat rekreasi dengan nama museum nagoya castle. ribuan orang datang, tua-muda, di liburan golden week kemarin.

dari luar, bangunan ini nampak seperti kuna. nampak seperti ketika dulu dia dibangun. namun, setelah masuk maka nampaklah bahwa bangunan ‘lama’ ini hanyalah kulit belaka. di dalamnya bekerja struktur dan infrastruktur modern yang sangat maju, untuk melayani para wisatawan dan pelajar degnan fasilitas mutakhir.

batu besar dan kayu-kayu dari masa lalu diringankan bebannya. beban ribuan orang wisatawan itu ditanggung oleh struktur yang lebih kemudian dan lebih kuat. keduanya bekerja sama, tidak yang satu meniadakan yang lainnya. yang kemudian memusnahkan yang lebih tua.

lihatlah, kedua generasi hadir dalam “keaslian”nya [lihat keterangan yulianto di bawah].
yang tua tetap asli, yang muda pun asli.
hanya,
keduanya tahu bagaimana menempatkan dirinya.

3 Comments on batu besar dan kayu

  1. yulibean
    May 8, 2009 at 6:12 pm

    Kastil Nagoya yang sekarang bukanlah kastil yang aseli lagi. yang aseli sudah hancur terbakar karena dibom oleh pasukan sekutu pada 14 Mei 1945. Yang berhasil selamat (walau dengan kondisi yang sangat mengenaskan) hanyalah hiasan pucuk atap yang berupa sepasang ikan dolphin bernama Kinsachi dan sekarang dijadikan simbol kota Nagoya.

    Kastil Nagoya yang sekarang adalah kastil reka ulang baik kulit maupun tulangnya, diselesaikan pada tahun 1959. Kastil yang masih aseli di Jepang dan diakui UNESCO sebagai World Heritage hanya tertinggal 4 buah, yaitu kastil Himeji, Kastil Hikone, kastil Matsumoto di Nagano, dan yang terkecil adalah kastil Inuyama.

  2. anto
    May 8, 2009 at 8:40 pm

    siip,
    demikian pula yang saya baca dari wikipedia dan situs tentang the battle of sekigahara.
    semoga ini tidak mengubah pandangan dasar dari tulisan saya di atas, mengenai relasi saling tergantung antara yang lama dengan yang baru.
    trims yul!

  3. wongeres
    May 12, 2009 at 9:55 am

    Ketika mesin oplet Si Doel diganti mesin Kijang, apakah ada motif ketergantungan yang serupa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *