perang media dan media perang

the modern media are war technology“, demikian beatriz colomina menulis di halaman 156 dari bukunya”privacy and publicity“.

perkembangan media ini nampak seiring dengan perkembangan teknologi pasca perang dunia pertama. bila perkembangan teknologi sebelum perang dunia itu diarahkan pada peningkatan kecepatan, dengan penemuan sepeda motor yang memerbaiki kecepatan sepeda onthel, lalu penemuan mobil dan pesawat terbang, maka perkembangan teknologi komunikasi atau media massa adalah hal yang dikembangkan setelah perang besar tadi.

teknologi media merupakan bagian instrumental dari pemenangan perang.
dari situ jarak antara pemberi perintah dengan dengan pasukan yang diperintah bisa diperpendek, dipercepat.
pemenang sebenarnya dari pertempuran di marne adalah pesawat telepon! bukan jerman, inggris atau prancis yang di perang dunia itu terlibat penuh.

dengan berkebangnya teknologi cetak, maka propaganda dimungkinkan, kesadaran baru sebagai bangsa juga dibangun. banyak negara baru bermunculan setelah teknologi komunikasi yang semula dipergunakan oleh militer ini dikembangkan. pada masa-masa kemudian setelah perang, maka teknologi perang ini lalu didomestikasi. dimasukkan ke rumah tangga-rumah tangga. sebagaimana pesawat terbang yang semula dibuat untuk kepentingan pertahanan lalu dipersembahkan kepada kepentingan sipil, demikian juga radio yang dulu adalah sarana penting dalam peperangan mulai mengisi rumah keluarga-keluarga di pertengahan abad XX.

pada masa kini pun sudah kita tahu, bahwa internet juga dikembangkan dari kalangan militer, yang sekarang ini mengisi dan meracuni [he..he..he..] kita semua. ada yang bilang bahwa reformasi di indonesia tempo hari juga terjadi berkat internet dengan emailnya dan hape dengan sms yang dikandungnya.

beberapa hari lalu media massa jugalah yang telah memeras-peras rasa iba audiens lewat berita perempuan dijebloskan penjara gara-gara menyemarkan nama baik institusi pelayanan publik. dan sekarang ini, suasana di tanah air bising oleh perang melalui media dari para calon presiden. bukan hanya perang MELALUI media, namun benar-benar perang media karena banyak sudah media massa ini yang sebenarnya bukan lagi milik massa tapi milik pemegang corong yang terarah ke massa.
massa yang hanya gerombolan atau kerumunan yang tinggal menurut untuk diperas air matanya, dikuras isi sakunya dan digalang suaranya buat kepentingan pemilik media tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *