volkshuisvestingcongres I

kongres perumahan rakyat pertama yang diselenggarakan di semarang 1922 adalah tonggak perubahan penting ketika perumahan pribumi dibicarakan oleh pemerintah kolonial.
beberapa penulis mengatakan bahwa ini merupakan inisiatif thomas karsten yang memang punya pandangan sosialis di dalam pemikiran-pemikirannya.
tapi, masalah-masalah real berkaitan dengan merosotnya kualitas permukiman pribumi di kota kolonial modern sudah dibicarakan sebelum karsten mengutarakan gagasannya. kehadiran pemikiran karsten menjadikan diskursus itu jadi matang dan operasional dalam kebijakan penataan kota.

jurnal IBT [indisch bouwkundig tijdschrift] sudah sejak awal abad memuat tulisan mengenai merosotnya kualitas air. HF tillema juga sudah sejak 1910 menerbitkan fotonya yg terkenal itu tentang anak jawa sedang membuang kotoran di jamban tradisional.

mengapa penulisan sejarah seringkali jatuh pada penokohan individu?

Posted via email from lihatlah’s posterous

3 Comments on volkshuisvestingcongres I

  1. nina
    June 11, 2010 at 5:02 pm

    Salam hormat.

    Saya sedang menyusun tulisan tentang jamban tradisional di perkotaan Jawa. Bila memungkinkan dan Bp. berkenan, mohon dapat membagi informasi tentang materi tersebut, terkait tulisan anda diatas.

    Terimakasih.

  2. anto
    June 11, 2010 at 9:01 pm

    tulisan di atas, dan juga laporan kongres perumahan rakyat yang saya jadikan titik tolak komentar saya di atas, tidak membahas mengenai jamban di perkotaan.
    tapi saya ingat ada beberapa edisi di jurnal yang saya disinggung di tulisan atas [IBT = indisch bouwkundig tijdschrift] mengenai pengelolaan faeces di perkotaan. seluruh edisi lengkap jurnal ini ada di perpustakaan nasional jakarta [di lantai 7]

  3. nina
    September 27, 2010 at 5:23 pm

    Terima kasih atas pencerahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *