menambal kebocoran

dulu, ketika sepeda pemberian salah seorang teman itu bocor bannya, saya menyerah pilih beli sepeda baru tapi bekas, dari pada beli ban dalam dan minta tolong memasangkan ke tukang. ongkos tukang berikut ban dalam itu sendiri hampir sama dengan harga sepeda baru tapi bekas tadi.

tapi sekarang,
setelah mengalami kebocoran ban lagi, ada teman lain yang meyarankan agar ditambal sendiri saja. haah..?

iya, beli saja perlengkapan tambal ban di toko 100 yen itu

[di sini memang ada toko yang menjual segala macam barang dengan harga sama: 100 yen untuk masing-masing item, dan umumnya bikinan cina]. saya pengen mencobanya. dan memang benar, ada yang menjual satu set perlengkapan tambal ban yang isinya antara lain:
  • lem satu tube
  • ban penambal ada beberapa dengan berbagai bentuk: bundar, persegi, persegi memanjang.
  • dua buah pengungkit
  • parut, utk mengasarkan permukaan ban yg akan ditambal
  • beberapa pentil [ini pengindonesiaan kata ventil, katup karet]
  • beberapa penutup pentil.

karena sepeda di sini umumnya juga bikinan cina, maka peralatan tadi pun klop semua. dengan mudah saya membuka ban, merambangnya di air untuk mencari titik kebocorannya, memarut dan menempelkan tambalan ban tadi. semuanya selesai tidak lebih dari 15 menit. praktis, murah dan tidak merepotkan orang lain.

saya bayangkan, bila masing-masig pengendara sepeda memperlengkapi diri dengan peralatan seperti tadi, maka bersepeda jadi lebih menyenangkan. sistem yang bekerja pada sepeda itu terbuka, bisa diperbaiki siapa saja, tidak membutuhkan keahlian khusus.
memang, yang saya bicarakan ini adalah sepeda yang bukan sarana mejeng yang dipenuhi aksesori kenangan. tapi sepeda yang memang digunakan untuk kerja produksi sehingga tuntutan kepraktisannya harus tinggi, ada standarisasi antara sepeda dengan peralatan yang digunakan memeliharanya,
sekarang saya tidak takut lagi bila ban sepeda bocor, sementara tidak ada satu pun tukang tambal ban di sini.
lha, konyolnya, ndilalah… tadi sore ban sepeda saya bocor lagi…
wooo…gombal tenan!

Posted via email from lihatlah

6 Comments on menambal kebocoran

  1. anto
    August 8, 2005 at 6:31 am

    nek neng yogya ketoke durung tau weruh.
    gelem pa tak oleh-olehi iki?

  2. mas ayu yulia
    November 17, 2009 at 8:56 am

    hooo….. ndek indonesia jualan peeralatan kuwi hora ya?… dadi kepengen tuku…

  3. aji
    November 18, 2009 at 8:04 pm

    mas, saiki nang kono ngeyeyes ora? nang kene (kyoto) koyo disileti kulite…. kapan kopdar yo.

  4. anto
    November 18, 2009 at 8:58 pm

    pak aji,
    iya saiki 9 derajat.
    hehehe… asyik…kadhemen senantiasaaa..
    ya..suk akhir tahun tak mrono.. aku njaluk nomormu ya.

  5. aji
    November 20, 2009 at 7:21 pm

    saya ber’diam’ dan ka’dem’en di mukaijima gakusei center room1306, kyoto. no telp-ku tak japri aja ya… ndak ada sadapan dari kpk, hehehe

  6. mas ayu yulia
    November 21, 2009 at 8:27 am

    ___mas Anto : dioleh-olehin peralatan penambal ban itu, wah mau sekali…
    maturnuwun…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *