berdiam

saya kurang tahu, apa padanan kata yang tepat untuk istilah dwelling sebagaimana dimaksud oleh heidegger.
apakah “kediaman” dan “berdiam”? ataukah “tempat tinggal” dan “tinggal”? keduanya [kata kerja dan kata benda] termuat dalam pengertian dwelling tadi.
berdiam atau bertempat tinggal atau tinggal begitu saja itu kata kerjanya, sedangkan kediaman dan tempat tinggal itu merujuk ke obyek atau bendanya.

berdiam atau bertempat tinggal itu memuat di dalamnya ide tentang “diam” dan “tinggal” yang berlawanan dengan bergerak dan pergi. diam itu tertambat di tempat, tidak berpindah lokasi, demikian pula tinggal itu tidak ikut pergi. berdiam dan bertempat tingagl dengan demikian mudah diasosiasikan pada konsep rumah. suatu tempat yang dianggap menampung ide-ide tertambat, tidak pergi tadi. rumah adalah tempat di mana kita tidak bergerak lagi. tempat di mana kita berada dalam posisi stabil.

titik tempat kita tertambat tadi juga memungkinkan kita bicara tentang “pulang”. tindakan kembali ke posisi asal, sebagai lawan dari “pergi” yang meninggalkan titik asal. rumah adalah tempat tertambat sedangkan tempat untuk pergi adalah jalan. kedua tempat itu berbeda sama sekali. berbeda secara eksistensial. orang jawa yang agraris, senang bila sudah bisa menetap. dan mereka menganggap orang lain yang selalu bergerak sebagai “masih mencari-cari”, belum mendapatkan posisi, masih labil… dan berbagai sebutan merendahkan lain. dulu, orang jawa yang agraris ini selalu memandang rendah orang jawa lain yang profesinya di bagian transportasi, misalnya orang kalang yang secara tradisional memang akrab dengan hutan serta menjual jasa pengantaran [ingat, perjalanan raja hayam wuruk itu dalam negarakretagama diterangkan sebagai naik “pedhatine wong kalang”]. lebih lanjut, kediaman dihubungkan dengan usia yang lanjut. orang tua, biasanya lebih tenang, tidak banyak bergerak.

di masa kini, banyak orang yang harus menghabiskan waktu hariannya di tempat yang berpindah-pindah. pengemudi bus antar-kota, misalnya. dia bisa sehari semalam berpindah lokasi, meninggalkan kediamannya. bagaimana ia membayangkan atau memahami tugasnya yang jarang menetap tadi? sebagai sesuatu yang temporer, sementara? dan lebih lanjut, bagaimana ia memahami rumahnya? demikian juga teman saya -dia adalah seorang pelaut- jelas, jarang pulang ke rumah. bagaimana dia mengatasi perasaan pulang dan pergi?

hari-hari ini saya sedang mengherani kecepatan pergantian mahasiswa di universitas ini. universitas ini punya berbagai program internasional yang durasinya berbeda-beda. ada yang sebulan, 3 bulan, satu tahun hingga tiga tahun. tiap tahun rasanya ada saja yang baru dan kehilangan yang lama. dan besok minggu kami akan mengadakan acara perpisahan serta penyambutan mahasiswa baru. saya tidak terlalu siap dengan perubahan yang sedemikian cepat ini. dan rasanya, usia tua tapi harus jauh dari kediaman saya, membikin saya bermain seperti akrobat… saya terbiasa dengan berdiam, tertambat di tempat. mirip heidegger yang juga tidak pernah lama keluar kotanya sepanjang hidupnya.

Posted via email from lihatlah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *