bersepeda itu berbeda dari bersepeda motor, seorang rekan memberi nasihat.
ada kepentingan yang berbeda dari kedua moda kendaraan tadi.
bukan yang kemudian menyempurnakan yang pertama.
sepeda motor memang mempercepat perpindahan, tapi perpindahan yang meminimalkan partisipasi energi kita, karena kita menggunakan energi bensin untuk menggantikannya.
lain dari itu,
“kelambatan” sebagai lawan dari kecepatan, sebenarnya  juga punya kualitas. buktinya, banyak orang masih mempertahankan bersepeda meski pun dia bisa saja membeli sarana untuk mempercepat pergerakannya.
lambatnya kecepatan bersepeda bila dibandingkan dengan sepeda motor, punya berkah tersendiri, mana kala kita menyusuri jalanan kota yang jalanannya kontinu ini. dengan kontinu yang saya maksudkan adalah tidak terputus-putus oleh lubang jalanan atau oleh macam-macam hambatan.
ada pengalaman ruang yang tidak  putus-putus juga. misalnya kita mengambil waktu start pagi dan pulang siang, maka sudut-sudut kota bisa kita nikmati sambil menikmati juga perubahan waktu dan mungkin juga suhu udara yang mengenai tubuh kita.
roda, suatu temuan revolusioner itu, diberi kebebasan oleh sepeda dalam menggelindingkan kita menyusuri ruang dan waktu kota. suatu proses yang langsung terkena pada tubuh. proses yang bukan sekadar pindah lokasi tapi suatu peralihan situasi-situasi.
di situ, tubuh kita ikut ambil bagian.
bila jalan mendaki, engahan nafas menyertai perpindahan lokasi. demikian pula sebaliknya bila meluncur turun, perasaan seperti terayun bisa dinikmati…
saya sedang menikmati inovasi kendaraan beroda ganda ini. berkah luar biasa bagi kemanusiaan…

Posted via email from lihatlah

Share This Post

Tags: