nyata-maya

Posted via email from lihatlah

ada bangunan baru yang dibangun di kampus ini: sebuah jembatan penghubung antar bangunan. jembatan ini selain menghubungkan blok bangunan di kiri dengan blok bangunan di kanan sebagai jembatan, ia juga merupakan gerbang masuk bagi kampus ini.
persoalan disainnya adalah bagaiaman menafsirkan peran gerbang dan sekaligus jembatan tadi?

arsiteknya menafsirkan kedua peran itu sebagai “peran transisi”. berada di jembatan mau pun di gerbang adalah berada dalam posisi transisional, sekaligus “sini-sana”, “sudah-belum”, “di dalam-di luar”…
secara visual, gerbang dan sekaligus jembatan ini dibangun dengan dinding sepenuhnya kaca transparan. dengan demikian ia seperti “ada dan tiada”, ora yang tengah berjalan di jembatan itu seperti tontonan tapi sekaligus dia bisa menonton. dia berada dalam posisi yang dinamik. sama seperti orang yang melintas jembatan itu pun tidak terhenti tapi berjalan, berada dalam situasi bergerak…

situasi ambigu ini menyenangkan karena kita mengalami hal yang lebih kaya, lebih komplet. baik nyang nyata mau pun yang maya. yang real mau pun yang imajiner…

1 Comment on nyata-maya

  1. wongeres
    December 22, 2009 at 1:58 pm

    Wah, di Indonesia saat ini juga lagi ada kasus unik yang berhubungan dengan nyata-maya.

    Cerita berawal ketika Luna Maya yang tengah menjalani perannya di dunia nyata (menggendong anak pacarnya) diburu wartawan infotainment untuk konsumsi dunia ‘maya’. Anak yang tertidur digendongan Luna Maya itu terantuk kamera secara nyata. Luna Maya yang merasa privasinya terganggu lalu marah dan menghujat wartawan infotainment dengan ungkapan yang merendahkan ke dunia maya (twitter). Para wartawan infotainment pun rame-rame berupaya memboikot Luna Maya, bahkan menuntutnya secara hukum. Lalu gantian para facebooker mulai mendukung Luna Maya. Hmmm…

    Ini trend baru di Indonesia: pernyataan di dunia maya tidak cukup ditanggapi di dunia maya, tetapi harus diseret ke dunia nyata (hukum positif).

    Kalau saja pemahaman kita atas dunia nyata-maya, di luar- di dalam, ada-tiada bisa ‘clear’ bak jembatan-gerbang tadi ya… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *