merayakan keluwesan

jelang natal ini banyak rumah di sekitar saya tinggal, memasang pohon terang.
baik pohon terang beneran di halaman rumah yang diberi lampu
kerlap-kerlip, atau pohon terang plastik, kertas dan berbagai bahan
lain yang dibuat untuk dalam rumah.
yang jelas,
tidak satu pun dari mereka itu beragama kristen, paling tidak mereka
yang ada di kiri-kanan tempat tinggal saya.

memasang pohon terang di bulan desember tidak harus menjadi kristen dulu, bagi orang sini.
di jalanan pun, sudah sejak awal bulan lalu terpasang berbagai versi
pohon terang, di hampir semua kota. paling tidak di prefecture aichi
ini ada di kota nagoya, toyokawa, toyohashi… juga di prefecture
shizuoka seperti kota hamamatsu pun membangun pohon terang tinggi di
pusat kota.
pohon terang memang lahir dari rahim kepercayaan kristen, meski pun
itu juga diambil oleh orang barat dari tradisi lokal di [german] sana
yang kemudian ‘dikristenkan’. tapi di sini, pohon simbol pengharapan
bagi orang kristen itu sudah diambil alih dan dimaknai sebagai penanda
waktu: waktu bagi pesta bulan desember. berdampingan dengan berbagai
festival atau pesta adat lain yang sudah duluan ada. ada kepentingan
baru yang menghendaki simbol-simbol itu disisipi isi yang baru.
simbol dan yang disimbolkan memang bisa diceraikan, mereka berdua
berada dalam hubungan yang luwes.
tadi siang,
ketika keluar dari lab, saya terhenyak oleh kaos kaki natal yang
tergantung di depan pintu lab sebelah. padahal, tidak ada orang
kristen di lab itu.
ya sudah…
pesta pengharapan memang sudah mendunia. setiap orang berhak untuk
merayakan janji pengharapan.
tidak memandang agamanya apa!

Posted via email from lihatlah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *