video dan perempuan

video recorder, sekarang menjadi alat dahsyat pembela hak-hak perempuan yang merasa telah dilecehkan pria. terlebih-lebih video yang terintegrasi pada benda sekecil handphone, kini baru disadari kedahsyatan kekuatannya: mampu merekam dan mendistribusikan kegiatan-kegiatan yang amat personal dan privat ke ranah publik.
maria eva -dan sekarang machica– masing-masing mengaku memiliki rekaman hubungan intim mereka dengan para pejabat yang telah menggauli dan tidak mau tanggung jawab. maria eva bikin gempar karena ia punya hubungan dengan anggota DPR yang digadang-gadang akan jadi menteri di kabinetnya SBY-JK, yahya zaini. sedang machica bikin pernyataan publik yang menuntut moerdiono agar bertanggungjawab pada pengasuhan anak mereka berdua yang kini berumur lebih dari 10 tahun itu.

kedua perempuan -penyanyi dangdut itu- ternyata makhluk yang cerdas, meski mereka sering dihina karena cuma berprofesi sebagai ‘ledhek’ atau pengamen.

mereka adalah figur yang hidup dalam masyarakat yang dibina oleh media, sadar betul pada kekuatan media dalam mengangkat popularitas mereka. dan kini, mereka mainkan kembali kekuatan media itu untuk membela hak-hak mereka yang telah dilecehkan oleh para pria yang sudah ‘memakai’nya.

para artis adalah anak media.
mereka menjadi artis karena diartiskan oleh media, diangkat dan kemudian dilupakan atau malah dibanting oleh media. media adalah tergolong makhluk yang rakus dan punya gairah besar untuk memublikkan perkara-perkara privat seseorang. seolah-olah kita semua dilarang untuk mempunyai ranah privat untuk menyendiri, semua-mua ingin dijadikan milik umum oleh media. ruang privat sekarang ini serasa diteror, serasa terancam keberadaannya oleh dorongan orang untuk memperbesar dan memperluas ruang publik.

kedua perempuan itu kini sedang menunggangi media. apakah mereka bisa mengendalikannya atau sebaliknya mereka berdua akan terpelanting karenanya?

2 Comments on video dan perempuan

  1. herlambang
    December 16, 2006 at 11:58 am

    mas Mahatmanto,
    blognya bagus banget (saya nemunya nggak sengaja), sangat memberi inspirasi…
    sepertinya saya akan menjadi pengunjung tetap blog ini…
    bagaimana kelanjutan studi tektonik?

    salam, Herlambang (Untar)

  2. mahatmanto
    December 16, 2006 at 2:01 pm

    matur nuwun sanget.
    tumben ada yang nengok dan ninggalin pesen pada blog saya.
    selama ini rak sepi-sepi aja kan? he..he..

    tentang tektonik, wah…macet mas.
    perhatian tersita dan terlanda oleh kebutuhan praktis dengan persoalan konstruksi shelter di bantul sehingga belum sempat merefleksikannya.

    bener kata undi gunawan, saya tenggelam dan tidak merefleksikan gempa kemaren …ihik..ihik..

    btw,
    senang berkontak lagi dengan anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *