reparasi dan modifikasi

sepeda saya harus dibawa ke tempat reparasi, yang di kota kecil ini,
hal itu sama saja dengan meminta penjualnya untuk memperbaikinya. pasalnya, di sini tidak dikenal profesi tukang reparasi sepeda, tukang tambal ban dan berbagai servis sejenisnya.
saya harus membawa kembali sepeda itu berasal mula.
toko tempat saya membeli dan mengembalikan ini memang tidak sekadar menjual barang dan suku cadangnya, namun juga memberi pelayanan perbaikan tadi, maintenance, kata orang-proyek.
jadi, di sana ada lengkap berbagai peralatan yang dijual maupun yang dipakai untuk bekerja memperbaiki. suatu “sitem tertutup” yang berlangsung di satu tempat: menjual dan memperbaiki. hal yang berbeda dari tempat kita, di mana penjual dan tukang reparasi bisa berpisah.

sistem tertutup ini dipilih mungkin karena pekerjaan penduduk sudah banyak terserap ke sektor formal. kebanyakan sudah terserap sebagaipekerja kantoran atau pelayanan lain yang lebih memerlukan kecerdasan dan intelektualitas tinggi. saya lihat, di sini para pekerja reparasiini memang orang-orang tua, pensiunan. entah di tempat lain, apakah
ada anak muda yang memilih profesi ini.

di tempat kita, sistem yang dipilih dan cocok adalah sistem terbuka, yang proses distribusi dan maintenancenya boleh dilakukan oleh pihak lain, hal yang memungkinkan modifikasi oleh siapa saja. saya pikir, sistem yang sudah berlangsung di tempat kita itu memberi jaminan bagi berkembang suburnya kreativitas dalam modifikasi kendaraan..
seandainya hal ini dilakukan juga untuk kendaraan, atau mesin dan peralatan lain, tentunya akan ada harapan ditemukannya modifikasi2 baru yang jauh lebih kaya dari pada aslinya. apakah itu sudah terjadi?

sepeda saya bikinan cina, demikian pulalah kebanyakan sepeda orang sini adalah bikinan cina. karena itu maka toko itu pun ibarat “simpul” distribusi produk yang berkaitan dengan sepeda asal cina tadi. seperti halnya di tempat kita, sepeda motor dan mobil tertentu memiliki dealer berikut tempat servicenya.

pada hemat saya, di tempat kita sudah memilih dengan benar sikapnya terhadap barang import. membiarkan partisipasi masyarakat untuk ambil bagian dalam perbaikan [dan modifikasi!]. hal yang bisa ditarik lebih luas ke barang lain, produk lain, suatu taman keanekaragaman dan berbagai modifikasi..

jangan menanyakan lagi mana “yang asli”!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *