makan-makan: makan dengan mutu lebih tinggi

barusan pulang dari makan-makan.
kemaren sore juga makan-makan. dua peristiwa makan yang sama-sama tidak saya ketahui alasan adanya. saya tidak tahu makan-makan itu diadakan untuk peristiwa apa. padahal itu penting.

“makan-makan”, adalah peristiwa yang tidak sekadar “makan” memenuhi kebutuhan perut yang lapar. makan-makan adalah pesta. fiesta, festival, pesta, yang di dalamnya mengandung kebutuhan kolektif untuk menyatakan dan membagi kegembiraan.
kegembiraan yang saya rasakan tadi dan kemaren adalah jelas kegembiraan banyak orang. tidak cuma saya, atau tidak pula hanya penyelenggaranya. kegembiraan satu-dua orang yang kemudian dibagikan akan berjangkit dan menular sehingga membesarkan rasa bahagia atau gembira itu.

makan adalah kebutuhan dasar. setiap orang harus makan dan akan selalu mencari makan. tapi, yang dimakan tiap orang tidak bisa sama. bisa berbeda karena kelas sosial ekonominya, bisa karena kebutuhan metabolisme tubuh yg berbeda, atau bisa beda karena kepercayaannya dsb… karena itu, diadakannya pesta atau makan-makan secara komunal itu bagus untuk menyamakan pasokan nutrisi. dalam peristiwa makan-makan itu semua yang hadir mendapat pasokan nutrisi yang kurang lebih sama. karena itu dalam tindakan makan-makan termuat di sana gagasan untuk menyatukan, meniadakan perbedaan, mengakrabkan, mengeratkan hubungan-hubungan sosial. makan-makan adalah makan dengan mutu yang lebih tinggi. selain perut dikenyangkan, badan disegarkan, juga ada nilai-nilai sosial yang disegarkan di sana.

kemaren dan tadi, makan-makan yang saya ikuti memang diikuti oleh mahasiswa perantauan asal indonesia di kota ini. mahasiswa yang karena pilihan-pilihannya dalam mengelola beasiswa, biasanya menempatkan anggaran untuk makan itu di urutan belakangan. ada banyak prioritas lain di atasnya. oleh sebab itu, makan-makan, jelas dinanti-nantikan mereka. dicarilah alasan untuk makan dengan kandungan nutrisi yang lebih baik dari makan hariannya. dicarilah alasan untuk selalu ada acara makan-makan. entah syukuran lulus ujian masuk, syukuran berulang tahun, bahkan syukuran karena lulus ujian SIM bisa dijadikan alasan untuk makan-makan: makan dengan mutu yang lebih tinggi.

saya jadi paham, mengapa banyak bangsa memelihara tradisi makan-makan atau makan bersama seperti ini…. terima kasih teman-teman yang selalu mencari alasan untuk selalu ada acara makan-makan ini. mengetahui alasan mengapa kita melakukan makan-makan itu penting!

hehe… padune!

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>