te laat

kembali saya terlambat mendaftar permohonan exemption fee.
kali ini tutor mengaku salah memberi informasi. kemaren dia merunduk-runduk meminta maaf pada saya. sehingga timbul rasa iba juga padanya. begitulah dia diajar oleh tradisinya dalam menyatakan penyesalan.
peristiwa ini sudah saya laporkan ke atasan di yogya, semoga semua berjalan baik saja.

te laat… istilah ini dipungut ke dalam bahasa jawa dari bahasa belanda. apakah dalam kultur jawa tidak terdapat konsep mengenai “terlambat” ya?

[duh.. sementara, saya harus memasukkan paper segera…. semoga yang ini tidak telat]

3 Comments on te laat

  1. nina
    June 11, 2010 at 5:06 pm

    Kalo “Kundauran”, adakah Bp. menulis tentang istilah yg satu ini.
    Suwun.

  2. nina
    June 11, 2010 at 5:09 pm

    ehhh, maaf maksud saya “Kunduran”. Seperti “Seda Kunduran”, ibu yang meninggal pasca melahirkan. Ato “Kunduran” truk, yang maknanya jelas sangat berjauhan.
    Sekali lagi, suwun.

  3. anto
    June 11, 2010 at 8:51 pm

    wah,
    rasanya saya belum pernah menulis mengenai istilah kunduran seperti yang anda maksud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *