santiago coelho

Sang Alkemis (The Alchemist)Sang Alkemis by Paulo Coelho

My rating: 3 of 5 stars

coelho membuka kisah santiago ini dengan bagus.
yakni dengan mengeskplorasi istilah ‘gembala’ dan ‘pastor’. dua kata yang pengertiannya sama saja, namun dalam pembukaan kisah ini keduanya dipakai untuk membedakan antara yang diimpikan dan yang dijalani. santiago pernah bercita-cita jadi pastor dengan belajar di seminari, tapi sekarang menjalani hidup jadi gembala bagi domba-dombanya.
justru dengan menjalani hidup jadi gembala domba itulah dia bisa mengelana, menyeberang afrika dari spanyol tanah tumpah darahnya. mengelana ke tempat orang yang berbahasa beda. tapi, bahasa yang berbeda itu mampu ia atasi dengan belajar dari hidupnya sebagai gembala yg bisa melakukan komunikasi gembala-domba denagn bahasa tanpa kata-kata.
dengan mengesankan, bagian pertama dari kisah ini ingin menggarisbawahi tentang menggapai mimpi dengan tetap menjalani hal nyata sehari-hari. hal yang dipelajari dari si orang bijak dengan tutup dada dari emas dengan batu urim dan tumim. suatu tanda bahwa orang ini tidak lain adalah melkisedek, imam agung dan raja salem, yang namanya dihormati dalam alkitab.

rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes air di sendokmu

bagian dua, adalah kisah tentang ditemukannya bahasa universal yang tidak dibatasi oleh batasan geografis atau pun batasan kultural. yakni bahasa

antusiasme, bahasa orang yang berhasil dalam pekerjaannya yg dilakukan dengan penuh cinta dan tujuan, yang diyakini dan dihasrati.. [p.81]

kisah santiago ini -pada hemat saya- tersusun dari kumpulan kata-kata bijak yang ingin disampaikan oleh coelho. dirangkai satu dengan yang lain menjadi kisah perjalanan santiago mencari harta karun. tidak heran bila kisahnya aneh, tidak realistik, karakter-karakter itu tidak terlahir wajar dan hidup di benak kita yang membacanya.

rasanya, ini adalah kisah yang dibikin untuk mengajar pembacanya dengan ribuan kata bijak, gaya yang mirip dilakukan oleh gibran dengan sang nabi [juga tulisan dia yang lain]. mungkin memang begitu gaya sastra coelho, sebagaimana twitter dia juga berisi kata-kata bijak melulu? saya kurang tahu.

artinya, saya ingin baca lagi coelho yang lain. mungkin ada coelho yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *