gambaran dari mereka yang dikalahkan

Dari Kalong Sampai Pulau Buru: Kisah Tapol dalam SketsaDari Kalong Sampai Pulau Buru: Kisah Tapol dalam Sketsa by A Gumelar Demokrasno

My rating: 4 of 5 stars

sudah lama buku pemberian teman ini saya simpan.
semula saya kira hanyalah salah satu dari buku ‘orang marah’ yang dikalahkah oleh rezim militer indonesia tahun 65.
rupanya perkiraan itu tidak tepat.
sangat tidak tepat.

tidak ada marah-marah, apalagi maki-maki, pada buku catatan sejarah grafis ini. degnan seratus duapuluhan sketsa yang disajikan satu per satu masing-masing satu halaman itu, hadirlah buku ini di hadapan saya sebagai bentuk lain menceritakan sejarah: sejarah kelam yang dikisahkan dari sisi kurban.

sebagai seorang pelukis lulusan ASRI yogya, gumelar memanfaatkan talentanya untuk merekam kejadian-kejadian yang dia dan teman-temannya alami di tempat pemanfaatan buru (TEFAAT BURU), yang tidak lain adalah pulau penjara dan penyiksaan kejam yang dilakukan oleh militer orde baru pada lawan-lawan politiknya.

sketsa-sketsa itu diberikan kepada penerbit yang menerbitkannya dengan menyertakan esai dari harsutejo sehinga sketsa-sketsa itu pun mendapatkan konteks historisnya. banyak sketsa yang terasa ‘senyap’ tapi dengan membaca caption yang diberikan oleh harsutejo, kumpulan sketsa ini jadi ‘berbunyi’. berbeda dari sketsa-sketsa yang nyaris tenang, maka captions yang diberikan seringkali galak bernada protes. sangat bisa dimaklumi adanya ekspresi personal seprti itu karena ia juga ikut mengalami 11 tahun hidup dalam aniaya dan pengasingan.

nilai dokumenter sketsa-sketsa ini tergolong tinggi. selain dialami sendiri pengalaman2 itu oleh pelukisnya, kualitas sketsanya pun tergolong fotografis: rinci dan realis.

buku ini kembali membangkitkan ingatan kita pada para kurban, yang dnegan bersusah payah mencari peluang untuk memperlihatkan kebenaran. paling tidak, memperlihatkan gambar-gambar dari mereka yang dikalahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *