pergi sudah bukti sejarah

topeng utk gayatri, dari brosur drs. herry mardiantobelum lama KOMPAS memberitakan mengenai raibnya topeng emas peninggalan raja agung majapahit, hayamwuruk, untuk neneknya rajapatni gayatri.

topeng emas ini asli, bukan replika, yang selama ini tersimpan di museum sanabudaya, yogyakarta. suatu harta yang bukan main berharganya sebagai bukti historis, lebih dari nilainya sebagai lempengan emas berbentuk topeng.

artifak ini memperlihatkan tradisi pembuatan topeng kematian yang rupanya juga ada di masa majapahit. tidak hanya dimiliki oleh orang eropa atau mesir kuna sebagaimana saya tahu selama ini. dari rekan herry mardianto, saya mendapatkan gambar topeng yg dimaksud ketika jauh-jauh di waktu yang lampau dia memotretnya untuk suatu brosur tentang museum sonobudoyo itu.

saya tidak tahu apakah topeng ini menggambarkan tokoh historis tertentu. hayam wuruk sendiri? saya tidak punya informasi memadai mengenainya. seandainya pun ini menggambarkan tokoh historis, gambarannya tidak realistik. topeng ini lebih ornamental katimbang dokumenter. cara menggambarkan alis, mata, kumis maupun mulut itu lebih banyak ditentukan oleh pertimbangan estetik katimbang menggambarkan realitas wajah seseorang yang pernah ada.

namun demikian, topeng ini menggambarkan juga teknik pengolahan logam emas yang dalam rupa lembaran tipis dipahat dua arah: dari depan maupun dari belakang. ada tonjolan dan ada pula lekukan.

informasi secuplik ini membuat saya penasaran. apalagi, barangnya sudah hilang! jejak penuntun untuk merunut ke masa yang jauh itu pun lenyap  sudah. .. gubernur DIY, sri sultan, mengharapkan bahwa koleksi yang hilang ini segera kembali. suatu harapan yang tidak mengada-ada karena beberapa kali memang koleksi museum di indonesia ini bisa “kembali dengan sendirinya” setelah dinyatakan hilang.

kekecewaan saya adalah ketika media massa hanya memberitakan kasus ini sebagai rendahnya gaji karyawan sehingga mereka tidak bisa menjagai barang berharga ini. pada hemat saya, ini bukan karena kelalaian atau ketidaksanggupan petugas jaga, tapi perhatian pemerintah terhadap harta kultural yang absen inilah yang perlu diubah.

beberapa hari kemudian saya membaca bahwa museum ini akan direnovasi dan diperbaiki sistem pengamanannya dengan standard internasional. suatu kabar yang menggembirakan, namun juga mengundang pertanyaan: jangan-jangan hilangnya koleksi ini berhubungan dengan rencana proyek renovasi museum? ah, tidak tahulah… semoga saja topeng itu kembali ke tempatnya lagi. ada yang ingin dipelajari darinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *