membangun(kan) polisi tidur

penghuni perumahan kami banyak yang anggota POLRI. sekitar 6 orang dari 50-an rumah. dari yang berpangkat rendah hingga yang tinggi.

lain dari itu, perumahan kami pun banyak polisi tidur. demikian kami menamai gundukan semen yang melintang di jalan untuk mencegah orang ngebut di jalanan perumahan itu. ada yang menggunduk sekali, ada yang dua kali dan ada pula yang dirupakan sebagai peninggian jalan.
berhubung jalanan di perumahan kami ini miring ke arah timur, maka gundukan-gudukan ini juga berfungsi untuk mencegah air hujan menggelontor ke timur. seringkali, rumah-rumah di bagian timur perumahan kami ini kebanjiran, mendapatkan limpahan air hujan dari jalan arah barat.

mencegah orang ngebut dengan membangun polisi tidur, menyusahkan banyak pihak. bukan hanya para pengebut. orang biasa yang bukan pengebut pun dipaksa untuk berjalan dengan terantuk-antuk sehingga amat menyiksa dan menjengkelkan sekali. hukuman untuk satu orang ternyata mengenai semua orang.

polisi adalah institusi yang muncul dari kehidupan kota (polis) yang berperan menjaga agar warga kota bisa saling tenggang rasa, menghormati kebutuhan dan kewajiban masing-masing. suatu gambaran yang diturunkan dari kehidupan mengkota (urban) di gerika kuna. polisi bertindak menjagai agar tatanan yang mengatur masyarakat kota tadi dilakukan dengan konsekuen. mereka tidak bertindak demi kekuasaan yang ada dalam dirinya, mereka adalah abdi negara atau kota.

mengatur kesantunan berlalu-lintas di perumahan harusnya ditanamkan sejak dari rumah tangga. nilai-nilai sopan santun berada di tempat publik harusnya dibina sejak di rumah-rumah dan sekolah.
dengan membangun polisi tidur, maka seolah-olah semua pelalu-lintas adalah orang yang tidak mengerti sopan santun di ruang publik. semua pelintas jalan terkena ketidaknyamanan berjalan. semua seperti dihukum, ditempeleng, bila lewat di jalan berpolisi tidur.

membangun polisi tidur di jalanan merupakan tindakan tidak senonoh karena ikut menghukum orang yang tidak bersalah sekali pun. karena itu, saya menyambut gembira ketika pak RT perumahan kami (yang kebetulan juga adalah anggota POLRI) berencana membongkar semua polisi tidur di perumahan kami. lebih lanjut, beliau juga memelopori pembangunan sumuran-sumuran peresap di beberapa titik jalanan perumahan sebagai pengganti polisi tidur.

pak polisi yang satu ini tidak tidur sehingga tidak perlu dibangunkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *