berbagi lidah

enaknya makanan tidak bisa dibagi.

berbeda dari pemandangan yang indah, atau bunyi yang indah dan enak di telinga, enaknya makanan tidak bisa dibuat representasinya.
tidak bisa diabadikan seperti halnya foto dan rekaman suara. lidah harus datang sendiri.
sama seperti lembutnya sentuhan tangan istri atau harumnya dupa dan bunga melati juga tidak bisa diwakilkan. harus dirasakan sendiri.

tidak heran bila restoran atau warung penyedia makanan enak kemudian lalu dihubungkan dengan lokasi tertentu. karena untuk mencicipi dan menikmatinya, orang harus bersedia berpindah lokasi. harus mau datang ke warung tempat makanan tadi disajikan.
tidak bisa lewat album, CD, kaset, facebook di internet, atau pun lewat deskripsi dalam surat dan buku-buku.

pagi ini saya menjumpai kotak surat kami penuh dengan advertensi.
isinya iklan makanan melulu.
indah-indah gambarnya dalam tata warna yang sedap di mata, dan sebagaimana kami mengenalnya, warna-warni seperti itu biasanya juga enak di lidah. mata memang mudah dipedayai.
restoran penyedia makanan yang diiklankan tadi tersebar di beberapa bagian kota, bahkan ada yang dari kota-kota sekitar kami. furukawa, hamamatsu, shizuoka, dan beberapa yang dari dalam kota toyohashi sendiri.

keunikan makanan dihubungkan dengan lokasi.
ini lalu menggandeng industri wisata juga kerjasama kereta api. stasion kereta api selalu menyediakan brosur gratis tentang makanan unik dan atraksi atau pemandangan unik yang ada di sekitarnya.
mobilitas bisa didorong oleh lidah. oleh keunikan rasa yang hanya bisa dinikmati dengan mendatangkan sendiri lidah kita.

2 Comments on berbagi lidah

  1. blue
    November 14, 2010 at 8:12 am

    cara menarik penunjung yang hebat!!!! yang “memaksa” penikmat makanan untuk beranjak mendatanginya. membuat pengunjung dengan senang hati, menciptakan rasa penasaran yang tak terkata….

  2. anto
    November 14, 2010 at 6:23 pm

    iya pi,
    makanya tempat-tempat wisata selalu mengembangkan wisata kuliner daerah tersebut.
    yogya mengembangkan kawasan makanan gudheg di sekitar plengkung wijilan, di samping timur kraton. juga bakpia pathok dan oleh2 khas yogya di sekitar pathok sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *