tillema dan air bersih

Een propagandist van het zuiverste water: H.F. Tillema (1870-1952) en de fotografie van tempo doeloeEen propagandist van het zuiverste water: H.F. Tillema (1870-1952) en de fotografie van tempo doeloe by Ewald Vanvugt
My rating: 4 of 5 stars

ini buku lama, saya membacanya di perpustakaan erasmus huis jakarta, yang membolehkan saya membuat fotokopinya.
meski sudah lama, tapi terasa masih baru bila menimbang bingkai yang dipakai untuk mengulas seorang pribadi historis dan sepak terjangnya.

buku ini mengulas peran media, dalam hal ini fotografi, dalam membangun citra tentang rakyat dan tanah jajahan. fotografi ini telah dimainkan dengan bagus oleh seorang apoteker yang juga anggota dewan kota semarang, h.f. tillema.
foto-fotonya luar biasa banyak dan bermutu.
mutu yang dimaksud adalah kandungannya yang sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu antropologi maupun arsitektur.

tillema, yang kaya raya berkat usahanya sebagai apoteker yang jualan air mineral, tahu bahwa masalah higiene adalah perkara yang bisa diduitkan. ia jual air murni [yang dijadikan judul buku ini “zuiverste water“] sambil keliling ke sana-sini, ke antero nusantara dengan kamera kerudungnya. memotreti hunian dan penghuninya untuk merekam tingkat higiene mereka.

bersih dan kotor, suatu kategori yang luwes dan sering kolonialistik [pribumi kotor, orang eropa bersih] bekerja dalam mengendalikan seleksi fotonya berikut analisisnya. foto-foto tentang hunian tradisional di nusantara ini jadi rujukan buku-buku arsitektut tradisional di tahun-tahun sesudahnya saking lengkapnya.
ia menerbitkan sendiri bukunya -magnum opus- yang diberinya judul KROMOBLANDA. lima jilid dan dicetak tidak lebih dari 10 biji untuk diberikan ke beberapa perpustakaan di dunia waktu itu.
di itb hanya ada fotokopinya. di univ. tarumanegara sepertinya ada satu kopi aslinya.
saya tidak tahu di mana yang lainnya.

vanvugt dalam buku ini mendudukkan tillema, jasa dan dampak dari buku serta foto-fotonya pada pelanggengan ketergantungan intelektual indonesia pada karya-karyanya. media adalah sarana kolonialisasi modern!

[lebih jauh mengenai tillema silakan klik link berikut ini http://www.inghist.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmata/bwn5/tillema]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *