modernitas tropik

Tropical ModernityTropical Modernity by Jan van Dullemen

My rating: 3 of 5 stars

buku ini datang tiga hari lalu.

pesanan cepat dikirim. hanya sekitar 5-7 hari sebelumnya buku ini aku pesan, lalu segera datang dalam keadaan sempurna.

bagus,

banyak gambar

dan sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris oleh peter mason.

buku yang terbit sebagai hasil penelitian bertahun-tahun ini [lebih dari 5 tahun, sebagaimana jatah penelitian doktoral] tebal dan dirancang secara visual dengan bagus. dipenuhi [ya, banyak sekali foto dan gambar ditampilkan di buku ini] sehingga dengan mengabaikan teksnya pun kita bisa senang membuka-bukanya.

tapi justru di situlah saya dengan cepat meninggalkan buku ini.

buku ini memang berniat untuk menampilkan sosok arsitek schoemaker berikut karya-karyanya. selengkap mungkin dari data yang bisa dikumpulkan. usaha mendapatkan data lengkap ini dikarenakan kosongnya data mengenainya. karenanya bisa dimaklumi bila waktu untuk analisis terhadap karya arsitekturnya kurang berkembang.

buku membagi atas:pengantar mengenai kondisi geografis dan sosial hindia belanda di peralihan abad XIX-XX, lalu beberapa arsitek tenar [semuanya belanda] yang sejaman schoemaker, ulasan mengenai karya-karya arsitektur modern belanda di tanah jajahan masa itu, lalu ulasan mengenai tipe-tipe baru bangunan modern dan kesimpulan. di bagian belakang ditampilkan daftar dan foto karya-karya lengkapnya.

buku ini tentu memuaskan rekan-rekan yang suka dengan gambar-gambar dan cerita mengenai masa lalu arsitektur modern awal di indonesia. suatu buku persembahan untuk mengisi data yang kosong tadi. tentu, setelah ini dibutuhkan catatan kritis mengenainya. mengenai cara menyusun data, cara menempatkan tokoh di dalam konteks sosio-historisnya… dan ulasan reflektif mengenai masa awal arsitektur modern di indonesia.

buku ini tidak bercerita mengenai arsitektur indonesia, tapi arsitektur DI indonesia, sebagaimana dirancang oleh seorang arsitek belanda. ada pra anggapan bahwa arsitektur itu adalah melulu lahir dari buah pikir arsiteknya, seperti layaknya karya seni rupa sebagai ciptaan senimannya. padahal, arsitektur itu dipenuhi campur tangan berbagai pihak agar bisa mewujud, bukan melulu arsiteknya. pandangan seperti ini tidak cocok dengan realita proses pembangunan. meski pun ini bisa jadi cocok untuk kasus schoemaker, tapi itu membutuhkan kondisi khusus, di mana arsitek pegang otoritas penuh atas proses pembangunan.

mungkin kondisi yang menyekitari schoemaker memang seperti itu. tapi hal itu tidak nampak dalam paparan buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *