daerah istimewa surakarta

TEMPO Interaktif, PRAMBANAN – Dasar masyarakat Surakarta menuntut keistimewaaan daerah dan menjadi propinsi sendiri adalah maklumat Raja Surakarta Pakubuwono XII pada 1 September 1945. Keraton Surakarta lebih dulu bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia empat hari sebelum Keraton Yogyakarta.

“Yang mendasari Surakarta daerah istimewa adalah maklumat Pakubuwono XII pada 1 September 1945, sedangkan Yogyakarta pada 5 September 1945,” kata Sutardi, koordinator Komunitas Masyarakat Pendukung Daerah Istimewa Surakarta saat deklarasi Daerah Istimewa Surakarta di Prambanan, Selasa (14/12).

Deklarasi yang disebut Deklarasi Pramabanan yang diikuti berbagai elemen masyarakat se Surakarta itu ditandai dengan wilujengan atau selamatan dengan tumpeng. Inilah isi maklumat yang mendasari Surakarta merupakan Daerah Istimewa.

Makloemat Seri Padoeka Ingkang Sinoehoen Kandjeng Soesoehoenan kepada seloeroeh pendoedoek negeri Soerakarta Hadiningrat.

1. Kami Pakoeboewono XII, Soesoehoenan Negeri Soerakarta-Hadiningrat, jang bersifat keradjaan aalah Istimewa dari Negara Repoeblik Indonesia, dan berdiri di belakang Pemerintah Poesat Negara Repoeblik Indonesia.

2. Kami menjatakan, bahwa pada dasarnja segala kekoeasaan dalam daerah Negeri Soerakarta Hadiningrat terletak di tangan Soesoehoenan Soerakarta-Hadiningrat dengan keadaan dewasa ini, maka kekoeasaan- kekoeasaan jang sampai kini tidak di tangan kami dengan sendirinja kembali ke tangan kami.

3. Kami menyatakan, bahwa berhoebungan antara Negeri Soerakarta-Hadiningrat dengan pemerintah Poesat Negara Repoeblik Indonesia bersifat langsoeng.

4. Kami memerintahkan dan percaja kepada seloeroeh pendoedoek Negeri Soerakarta-Hadiningrat, meraka akan bersikap sesoeai dengan sabda kami terseboet di atas.

Maklumat tersebut di bawahnya ditandatangani oleh Pakoebowono XII pada 1 September 1945.

MUH SYAIFULLAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *