musim sepeda parkir

sudah lama saya tidak bersepeda ke kampus.
sejak musim dingin pertengahan november lalu, saya tidak kuat mendaki bukit dengan sepeda. terlebih setelah lampunya pecah karena sepeda terjatuh dihempas angin kuat di tempat parkirannya. itu berarti saya tidak bisa bersepeda pulang malam harinya. di kota ini bersepeda tanpa lampu sama saja cari repot sendiri. selain jalanan gelap gulita juga nanti bisa ditilang polisi!

bersepeda ke kampus itu jalannya menurun dulu hingga menyeberang sungai, lalu setelah melewati jembatan merahnya, kita mendaki terus hingga sampai ke kampus. kampus ini memang berada di bukit yang konon dipilih karena di situlah tempat teraman bila kota tepi pantai ini dilanda tsunami dari laut pasific di timurnya.
kondisi alam yang berada di tepi laut maha luas itu membuat kota ini selalu menerima terpaan angin kuat. entah angin menuju laut, entah sebaliknya dari laut. dinginnya minta ampun!

pagi ini saya menengok sepeda saya, yang sudah lama saya biarkan begitu saja tersandar di parkiran. matahari pagi cukup hangat, menerpanya dan mempersembahkan bayangan di lantai parkiran.
bulan depan harusnya sudah mulai menghangat. entah bila musim kali ini pun terganggu jadwalnya.
[februari adalah puncak dinginnya kota ini. ketika musim hendak berganti, angin bertiup kuat seraya membawa hawa dinginnya.]

ah, sudah lama saya tidak bersepeda.
saya tunggu matahari cerah kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *