memberikan nyawa bagi orang lain

orang yang memberikan nyawanya bagi orang lain, saya kira dulu itu cuma mitos yang dibesar-besarkan oleh institusi agama. tapi hari ini saya mendapat link tentang 50 orang yang bertugas membetulkan kerusakan reaktor nuklir di fukushima. mereka berangkat seperti menjemput kematiannya saja.
situs dailymail ini memuat pesan pendek [sms] dan email mereka pada istri dan anak-anak:

lanjutkanlah hidupmu,

mungkin aku tidak bisa pulang lagi berkumpul lagi denganmu.

pamitan yang mengharukan. pamitan dari orang yang punya jiwa agung, yang mau mengurbankannya untuk orang lain. ternyata, menurut temuan mas bram, kisah-kisah tradisional juga kaya dengan contoh begini:

seperti pamitannya salya pada setyawati
suyudhana pada banumati
damarwulan pada anjasmara

kebetulan, saya membacanya di minggu-minggu sengsara seperti sekarang ini.

yang punya mata hendaknya melihat,
yang punya telinga hendaknya mendengar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *