catatan pengembaraan

ini tokoh keren.
saya tidak mengira bahwa haiku ternyata ada beberapa lagi jenisnya. tidak melulu 5-7-5.
tidak mengira pula bahwa ada tokoh haiku selain matsuo basho, yang terkenal itu.
taneda santouka, lahir di peralihan abad XIX-XX, mewarisi kegelisahan dunia masa itu. kegelisahan antara mempertahankan yang ada dengan menerima hal-hal baru yang belum menjanjikan apa-apa.
rumah tangganya porak poranda, ditambah kebiasaannya minum, ia mengelana. mungkin lebih tepat menggelandang, karena ia hidup secara bebas. menjadi rahib dan berbusana seperti rahib pengelana, tapi meminta-minta tidak atas nama kuil atau biara tertentu…
dalam pengelanaannya itu ia melahirkan haiku bebas yang dikumpulkan dalam buku hariannya yang kemudian diterbitkan dalam buku ini.
mengelana, buatnya adalah suatu proses menuju dirinya sendiri.
dan haiku yang dilahirkannya merupakan penyaksian proses ini. haiku dia bukan sarana deskriptif mengenai hal-hal yang dia lihat, rasakan, tapi adalah penjelmaan hal-hal tadi.

oto wa
shigeru ka

bunyi itu
hujankah?

diterjemahkan dan diberi pengantar oleh burton watson dengan bagus dan bahasa yang jelas, saya terpesona oleh haiku-haiku taneda ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *