yogya, tempat yang baik

daerah ini dihuni oleh orang dari berbagai penjuru tanah air indonesia.
mereka tumbuh di situ dan matang di situ.
juga banyak yang kemudian bermukim di situ.
ikut mewarnai dan memperindah yogya.

saya pikir, inilah contoh dari keindonesiaan yang memberi kemungkinan tumbuh dalam keberagaman.

tadi pagi, seorang rekan menulis sanjungan pada yogyakarta. dia teman lama dari jawa timur yang sekarang sukses jadi pengusaha perkebunan di sumatra.

Hari ini saya ke Yogya, negeri yg menarik untuk dijadikan pemikiran, tidak kaya tapi sejahtera, usia harapan hidup tertinggi, desa2nya tertata apik, kehidupan ekonomi mikronya berjalan dng baik, denga APBD yg kecil bisa membangun jln yg bagus sampai ke gunung2, suatu bukti bahwa kalau dana tdk dikorupsi bisa untuk mensejahterakan rakyat, Bravo Yogya

Ketika negeri ini baru merdeka kas negara kosong Bung Hatta pinjam SHB IX 5 Jt Gulden yg waktu teramat sangat banyak, ketika sdh merdeka Bung Hatta tanya : Apa Hutang perlu dibayar, Sultan tdk menjawab. Bukan besarnya uang tapi emphaty yg tdk terbeli

apa salahnya yogya menjual romantisme untuk bertahan hidup? apa salahnya yogyakarta diperintah oleh mekanisme kerajaan, bila itu mendatangkan kebaikan-kebaikan?

[untuk lirik lagu rap di atas, tersedia di blog pak stevanus handoko]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *