akhirnya datang juga

pak amir adenan sudah purna tugas. dan momen itu dirayakan oleh koleganya di universitas islam indonesia, yogyakarta. dihadiri juga oleh wakil-wakil dari berbagai lembaga pengajaran arsitektur di kota itu dan tidak ketinggalan para wakil ikatan arsitek indonesia [IAI], tentu.

“perayaan” itu dinyatakan dalam bentuk seminar nasional, yang mengambil tajuk “arsitektur dan teknologi tepat guna”. saya sebut perayaan -yang dalam terminologi heidegger diperkaya maknanya sebagai perjumpaan-perjumpaan yang menyingkap kebenaran/aletheia– karena di dalam acara tersebut disadari kembali pentingnya ketrampilan merancang arsitektur yang integral antara ruang/bentuk dengan struktur. hal yang selama ini terpisah di banyak pengajaran arsitektur.

sayang sekali, presentasi mengenai masalah sepenting ini hanya menyajikan sedikit presenter dan dikerjakan dalam waktu yang berkejar-kejaran. hampir semua menginginkan penghargaan yang lebih baik bagi pengetahuan struktur dalam pengajaran arsitektur, dihargainya bahan lokal [yang juga menjadi perhatian pak amir, bambu, misalnya], dan respons terhadap masalah perubahan iklim yang jelas-jelas terasa efeknya hari-hari ini di sini. saya sendiri membawakan paper yang meletakkan posisi teknologi dalam pengajaran disain, dengan menempatkan pengertian ‘bahan’ dalam perancangan. saya memberinya judul ‘produksi bahan’ [halah…]

bagaimana pun terima kasih untuk pak amir yang bagi kami adalah tokoh langka dan inspiratif. akhirnya datang juga, penghargaan pada orang yang inovatif dan inspiratif ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *