tivi di tengah keluarga

no tv,read a book[ini ditulis tadi sepulang ronda pagi. sepagi ini rumah-rumah sudah ada yang menghadap tivi. menatap keragaman tampilan berwarna-warni, bergerak-gerak, yang amat berbeda dengan statisnya aktivitas keluarga.]

jadi,
mungkin itulah sebabnya mereka gemar dan mencandu pada tivi: karena statisnya kegiatan keluarga.

kegiatan dan hubungan personal dalam keluarga dirasa terlalu biasa, tidak dinamik.
rasanya, untuk keluarga dengan hubungan antar person yang dinamik, tidak ada waktu untuk tivi. bila ayah terlalu sibuk dengan bukunya, atau ibu dengan urusan dapurnya, maka si anak akan mencari sesuatu pada ‘kotak ajaib’ yang mampu memberi segala-gala itu. dia setia menunggui adegan-demi adegan, iklan demi iklan, program demi program. apa pun yang diberi, ia menerima dengan keterbukaan hati dan penuh harapan.
ada kekosongan dalam hati yang mendapatkan kepenuhannya dari tivi.
tapi,
mengganti tivi dengan membaca?
ah,
yang bener?
menyuruh anak-anak memasuki dunia individual macam kegiatan membaca, sulit dilakukan oleh mereka, yang justru nonton tivi karena kesepian dan kehilangan keakraban hubungan personalnya dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya…

3 Comments on tivi di tengah keluarga

  1. evi
    February 13, 2008 at 9:11 am

    Sering juga saya jumpai, tivi hanya untuk ‘didengarkan’: disetel, volume diputar sampai mendekati angka terakhir, lalu…ditinggal pergi! (yang menyetel melakukan kegiatan lain yang tidak harus dilakukan di ruang tempat tivi itu diletakkan). Nah, gimana coba?

  2. mahatmanto
    February 13, 2008 at 9:31 am

    yang begitu itu cocok bila lampu di ruang tempat tivi tadi diletakkan sedang mati.
    sebagai ganti lampu yang cuma 60 watt, tivi layar 21 inchi itu cukup bikin ruangan tadi terang benderang, berkedap-kedip… ruang jadi dinamik.
    mungkin yang nyetel [tivi tadi] memang lagi kesepian yang mendamba bunyi-bunyian dan tampilan visual yang dinamik.
    he..he..

  3. yolanda
    February 17, 2008 at 1:12 pm

    itulah kenapa jadi pekerjaan rumah tangga itu sekarang adalah tugas bersama – minimal bapak ibu yg punya beda karakter bisa menyeimbangkan perhatian pd anak dan anak-anak bisa teralihkan gak merhatiin tivi melulu, tapi dari kecil (balita) udah dirangsang kreativitasnya dengan kegiatan bermain, komposisi bentuk dan warna bareng ibunya, ya sekali-kali bermain paintbrush ama bapaknya ato belajar membaca via mengetik-ngetik di ms word….dan gimana caranya anak bisa kreatif bikin alat permainan sendiri : tenda dari kain selimut dan kursi, uang-uangan dari kertas, masak-masakan pake daun, dll.

    (pak mahatmanto, jangan lupa ke blog saya ya ? thx…yolanda – depok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *