experiencing “time”

tempat ini masih seperti dulu.. hanya aromanyalah yang menunjukkan berjalannya waktu…

kamar saya ini sudah saya tinggalkan sebulan lalu. tapi kata “sebulan” sebagai penunjuk waktu di situ tidak terasa sama sekali bila cuma dibaca. tidak terasakan lama atau sebentarnya. sebagai penunjuk waktu, ia benar-benar cuma penunjuk, tidak menghadirkan pengalaman lama atau sebentar itu.

yang terasa benar bagi saya ketika hadir kembali di kamar ini adalah bau apegnya. bau apeg adalah bau yang muncul bila pakaian atau bahan-bahan yang terbuat dari kain itu dibiarkan lama dalam kelembaban. bau yang sama ketika kita menyimpan pakaian-pakaian di lemari yang tanpa pewangi atau pengusir kelembaban.

oleh kalender, saya ditunjukkan bahwa sudah 35 hari saya meninggalkan kamar ini. tapi angka 35 itu baru “terasa” setelah hidung membaui bau apegnya. rupanya, waktu adalah perkara “penghayatan” atau “pengalaman”, bukan melulu penunjukan visual oleh angka di kalender.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *