sajak putih

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

saya suka penampilan video musik ini, paling tidak karena:

  1. mungkin karena puisinya sendiri belum habis saya pahami [atau, tidak habis-habisnya saya pahami?].
  2. tampilan di videonya yang meminimalkan puisi ini dari visualisasi penyajinya [cuma menampilkan mata sepanjang lagu] bikin puisi ini tetap sebagai untaian kata berlagu, berirama dan berenergi tapi jelas disuarakan oleh seseorang. konsep video seperti ini bikin penasaran ajah…
  3. berikut, tema musiknya begitu sederhana, seperti mantra, bisa diulang-ulang.
  4. suara mbak ade tanesia, penyanyinya: lugu, begitu biasa, asli, otentik..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *