tamu umbu ndjaka

tamu umbu ndjaka dan rambu etaini adalah nama orang besar di sumba timur. tepatnya di waingapu, di kampung raja atau desa prailiu.
saya mengenalnya 3 tahun lalu ketika belajar arsitektur sumba, dan pernah ditinggal pergi karena saya tidak datang tepat waktu ketika janjian ketemu.
dia orang besar, meski jalannya pincang dan badannya sedang-sedang saja. tapi semua orang di sana hormat padanya. caranya bicara sangat mengesankan, yang dari pertemuan dengannyalah saya sadar bahwa kepemimpinan itu bisa jadi memang masalah bakat. tidak semua orang diberi karuniaNYA.
orang ini dikaruniai penampilan sangat kharismatik.
orang yang pernah ke sumba timur pasti mengenalnya. demikian pula dengan istrinya –rambu eta– yang juga terkenal karena sudah berkeliling ke berbagai kota besar di indonesia untuk memopulerkan tenun sumba yang luar biasa itu.
hari ini, pagi tadi, tamu umbu ndjaka telah dipanggil kembali tuhan.
semoga keluarganya [umbu manna, kakak dan adik-adiknya] tabah melalui proses ini.

8 Comments on tamu umbu ndjaka

  1. arena
    April 29, 2008 at 2:46 pm

    Selamat siang Mas,

    Seperti Mas, saya juga salah satu orang yang berduka atas meninggal Umbu Ndjaka jumat lalu. Selama hampir 20 tahun, saya bersahabat dengan keluarga Umbu Ndjaka, mulai dari saya kuliah sampai hari ini.

    Saya menumpang di rumah beliau selama melakukan penelitian antopologi – khususnya tentang organisasi sosial orang Sumba Timur – tinggal di rumah adat dan kayaknya sih, kalo ngak ada dia, mungkin saya ngak selamat tinggal berbulan-bulan disana.

    Menurut keluarga, Umbu akan dimakamkan pertengahan Juni ini dan saya Insya Allah akan datang. Penghormatan terakhir untuk orang yang selama ini saya anggap bapak.

    Rasanya, Umbu harus bangga ya, 8 anaknya – boleh dibilang dididik dengan baik, dengan segala keterbatasan, Umbu Ndjaka dan Rambu Etha berhasil membesarkan anak-anaknya menjadi kebanggaan keluarga.

    salam,
    rena

  2. anto
    April 30, 2008 at 8:07 am

    wah,
    bagus sekali bila anda menyempatkan membuat foto pemakaman nanti. perkenankan nanti saya mengopi foto-foto itu untuk dimuat di sini 🙂
    atau bila anda punya blog, tolong diberitahukan URLnya yaa…
    [eh, apakah anda punya foto tamu umbu? ketika di sana saya tidak bisa membuat foto dengan bagus]

    nuhun!

  3. arena
    April 30, 2008 at 5:54 pm

    mas anto,

    boleh banget, nanti kalo udah pulang dari sana saya masukin.
    sekarang ini saya punya website, tapi ngak pernah masukin foto sumba, tercecer dimana-mana…..

    tapi bagus juga idenya….nanti saya coba buat, sekaligus dengan cerita pribadi saya mengenai sumba.

    foto umbu banyak…tapi itulah, besok libur mudah-mudahan saya ada waktu untuk sortir dan masukan ke dalam website.

    saya ngobrol terakhir dengan beliau bulan januari lalu…..

    salam,

  4. tika
    June 11, 2008 at 2:12 pm

    sama seperti semua orang sumba timur yang sedang berduka karena meninggalnya umbu ndjaka orang yang sangat dihormati disana, saya dan teman dari pskk ugm juga merasa kehilangan! tidak terasa sudah satu tahun kami berpisah dengan keluarga di prailiu, keluarga yang sangat baik dan ramah, yang membantu dalam penelitian kami.
    klo bisa tolong donk ditamplkan gambar2nya waktu penguburan nanti. makasih

  5. geboy
    July 11, 2008 at 11:02 pm

    iya, walaupun tidak banyak saya juga mengenal Bapak Umbu Ndjaka. Dimana kita pada saat penilitian sangat terbantu dan kitapun ditampung di rumahnya,terimakasih Bapak dan Selamat Jalan…

  6. DP Tick gRMK
    October 6, 2008 at 5:36 am

    L.S.;

    Who has for me names of present rajas/dynastychiefs of Sumba and pictures.

    Thank you.

    Hormat saya:
    DP Tick gRMK/Pusaka

  7. anto
    October 6, 2008 at 1:44 pm

    ah, belum tahu.
    anaknya [umbu manna] juga belum bisa memberi keterangan yang lebih pasti.
    mungkin setelah pemakaman umbu ndjaka tahun depan ada keputusan mengenai hal ini.
    terima kasih.

  8. hanif
    February 26, 2014 at 7:27 pm

    Hmm… kenal pertama kali justru dengan ratu. waktu itu ada urusan pajak. terus kenal dengan anaknya, Rambu Intan. pas kenal dengan Intan, akhirnya kenal keluarga besar bapak raja prailiu (biasa orang prailiu menyebut beliau). tahun 2008 ketika diberi tahu oleh Intan kalo bapak raja meninggal, saya datang meski cuma sejenak.
    Ada kata2 yang saya ingat dari perkataan bapak raja “Nif, nanti kalo kamu sudah nikah, bawa istrimu main sini. kenalan sama kami disini. Kenalkan dia dengan Sumba. Bulan madu di pantai LAIPORI aja sana. gak perlu k Bali atau mana-mana. LAIPORI tu sudah bagus” / tapi saya pinginnya k tarimbang pak / “Haaa ngapain kamu pergi jauh2 k sana, LAIPORI aja”
    Belum lagi sama umbu Yumen (entah siapa nama aslinya lupa), sering ngobrol campuran bahasa indonesia-jawa. Klop….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *