tamu untuk tamu umbu ndjaka

laporan berikut ini dari rudolf umbu loly yang dikirim via sms.

19:36
sekarang jenazah tamu umbu ndjaka almarhum mau dimasukkan dalam peti jenazah setelah selesai prosesi adat. hari sabtu depan jenazah akan “pindah rumah”. yakni, pindah ke rumah di depan

[selama ini umbu dan keluarga tinggal di rumah belakang, sedangkan rumah adat yang di depan dipergunakan hanya untuk keperluan adat. ketika saya datang 3 tahun lalu, di rumah depan itu masih bersemayam jenasah salah satu keluarga mereka dalam peti dibalut tenun ikat sumba berlapis-lapis. MM]

tamu terlihat banyak sekali. sebelum jenazah tamu umbu ndjaka dimasukkan peti, ada upacara dengan menyembelih kuda sebagai lambang bahwa telah selesai tahap tadi. kuda juga bisa diartikan sebagai tunggangan almarhum

[selama hidupnya, tamu umbu ndjaka adalah jagoan berburu dengan mengendarai kuda. kakinya pincang juga gara-gara berburu dengan kuda itu. MM].

20:08
jenazah tamu umbu sudah berada dalam peti. tidak ada tangisan. justru hening sekali. waktu beliau meninggal, sekitar rumah beliau mendung dan kemudian hujan selama kira-kira 2 jam. yang melayat [WALLA] setiap harinya banyak. umbu manna mengeluh karena tidak sempat kenal tamu yang datang karena terlalu cepat tamu datang dan pergi.
tamu-tamu itu datang berombongan [minimal 10 orang tiap rombongan] dan keluarga hanya bisa mencatat nama pimpinan rombongan beserta kain serta babi yang disumbangkannya.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>