irshad manji di salihara

berita mengenai pembubaran diskusi buku karya penulis irshad manji oleh FPI dan POLRI membuat saya segera mencari publikasi dia yang lain di web. cukup banyak rupanya tulisan dia yang dipasang di web dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia.
artinya,
di indonesia sendiri sudah banyak pula yang membaca tulisannya. khususnya tulisannya yang diindonesiakan menjadi “beriman tanpa rasa takut” buku yang memberi gambaran mengenai masa lalu penulisnya yang dibesarkan oleh ayah yang keras, madrasah yang payah, sementara lingkungan di luarnya demokratis barat. pergulatan yang berani dihadapi, dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang tajam. membongkari sejarah tersusunnya kitab suci, sejarah emas ketika islam membuka toleransi dengan yahudi dan kristen, dan jaman kemerosotan islam ketika kekalifahan ditegakkan.
seharusnya mata orang lalu terbuka ketika membaca buku manji ini, tapi faktanya sebaliknya.
di mana-mana manji diprotes oleh golongan muslim keras yang buas yang sudah dikenal betul oleh manji sendiri sejak dari dulunya.
mengundang manji ke salihara, tentunya juga sudah disadari akan berhadapan dengan gerombolan muslim keras yang serupa. sayang sekali panitia tidak berhasil meneruskan diskusi itu. mereka memilih untuk membubarkan diskusi seperti yang dikehendaki FPI dan polisi.
namun demikian, tulisan-tulisan irshad manji tetap bisa diakses siapa saja.
ada kebenaran di sana yang susah untuk diakui oleh orang yang sudah buta mata hatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>