jalan menyambut lebaran

sebulan jelang lebaran lalu, jalan wonosari nampak berbenah.
hari-hari di akhir bulan juni jalan yang gak ada apa-apanya dibanding dengan jalan bantul atau jalan kaliurang dan jalan wates, nampak ramai. lebih ramai dari biasa.
tidak hanya menjadi lebih padat dan makin banyak yang berkendaraa secara ngawur, namun mulai banyak bangunan baru berdiri di kanan-kirinya. semua seolah sedang menyajikan pesona untuk menarik pengendara agar melambatkan kecepatannya dan kemudian mampir: rumah makan baru, servis mobil, tempat cuci mobil/motor, penjual pulsa dan parfum… demikian pula tenda polisi yang ikut-ikutan memenuhi pinggiran jalan.

lebaran, bagi orang jawa adalah sebentuk migrasi temporer.
ratusan ribu orang berpindah lokasi dalam waktu yang kurang lebih bersamaan.
karena itu maka jalan mengalami perubahan kepadatannya, dan ternyata juga mengalami perubahan wajahnya.
dengan macetnya jalanan karna kongestasi itu, maka jalan bukan hanya jadi jalur tempat orang lewat, namun juga untuk berhenti dan beristirahat.

fasilitas-fasilitas baru yang dibangun menyambut lebaran, justru memikat bikin orang melambatkan kecepatan perjalanannya.
jalan berubah jadi tempat orang jualan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *