lambang gantung

hari selasa pagi yang lalu [30 oktober 2012] saya menghadiri presentasi pak sukirman, di universitas widya mataram, mengengai struktur atap LAMBANG GANTUNG.
lambang gantung digunakan di banyak atap bangunan-bangunan kraton yogyakarta. agaknya, struktur atap ni TIDAK DIKENAL di surakarta, kota kerajaan jawa yang lebih tua.
struktur lambang gantung -mengikuti penegasan pak sukirman tadi- adalah struktur yang baru dimungkinkan setelah digunakannya logam besi sebagai batang tarik yang menggantungkan balok teratas dari atap pinggiran ke balok “brujung” di struktur pokok. atap pinggiran ini sepenuhnya tergantung pada batang-batang logam tadi sehingga bisa leluasa bergoyang bila terkena hempasan gempa.
di kraton yogyakarta, struktur lambang gantung selain digunakan di BANGSAL WITANA yang menjadi fokus penelitian pak sukirman, juga di pendhapa utama MANGKUBUMEN, tempat kami semua ngumpul pagi itu.
saya menikmati bagaimana pak sukirman melakukan penelitian lapangan: bagaimana ia mengusahakan bisa mengukur balok dan kolom yang peletakannya rumit, atau di bangunan tempat penyimpanan pusaka-pusaka nomor satu di yogyakarta [PRABAYEKSA]. yang juga mengesankan adalah tentang bagaimana dia menjiplak relief ukiran di kolom-kolom, hal yang mengingatkan saya pada cara wolff schoemaker dalam melakukan kuliah lapangan di bali.
saya sendiri heran, mengapa selasa pagi itu saya begitu bersemangat sekali untuk belajar lagi hal-hal teknis penelitian lapangan ini. jarang saya tertarik dengan hal-hal teknis, tapi presentasi pak sukirman sungguh inspiratif bagi saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *