tegang bentang

Tegang Bentang: Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia

saya rasa, buku ini sudah ketinggalan issue.
topik-topik yang diulas di dalam kumpulan esai di buku ini seperti mengaduk-aduk residu belaka. tidak banyak yang menulis untuk masa kini, tidak banyak yang baru. hanya mengulang dan menghadirkan fakta masa lalu.

menulis sejarah arsitek dan arsitektur indonesia seharusnya tidak melulu mengulang-ulang cerita bagaimana AWAL penampilan arsitek dan arsitektur indonesia. CARA kita menetapkan awal itu sendiri perlu diusut.
buku ini masih belum mengritisi hal itu, belum membicarakan bagaimana CARA MELIHAT atau METODA yang dipakai untuk menyajikan peristiwa masa lalu arsitektur dan arsitek indonesia itu.

memang peran politik penting, tapi dengan cara bagaimana politik itu bermain dalam proses pembentukan institusi arsitek? bagaimana ide-ide kemodernan bisa terdistribusi dan diterima para arsitek? siapa saja mereka?

jabatan “arsitek” sebenarnya sudah dikenal pada peralihan abad XIX-XX. yakni posisi tertinggi seorang teknisi yang disahkan oleh BOW sehingga yang bersangkutan bisa menangani proyek dengan nilai tertentu. umumnya, pemegang jabatan arsitek ini adalah ahli irigasi, bukan perancang bangunan seperti pengertian arsitek pada masa sekarang. tapi tidak ada yang mengulas perkara ini, perkara dari mana kita memulai profesi modern yang bernama arsitek ini.

tapi ya sudahlah,
setahu saya, buku ini disiapkan untuk terbit lima tahun yang lalu. jadi, saya paham bila isu-isu mutakhir tidak tertangkap darinya.

atau, memang wacana di dunia arsitektur memang stagnan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *