nyampah

semalam,
malioboro sudah nampak kumuh lagi oleh sampah. sama seperti hari-hari ketika kota ini penuh.
jadi,
agaknya perkara produksi sampah memang dekat dengan mentalitas kebanyakan orang, yang ingin membersihkan diri dengan membuang kotoran ke tempat lain, membersihkan interior mobil dengan membuang tissue dan kulit buah ke luar jalan, menyapu halaman dan membuangnya ke halaman orang.
mungkin juga dekat dengan kehendak menyucikan diri dengan menyebut orang lain kotor, najis, kafir, gedibal pitulikur.,.dan sejenisnya.

druhun tenanok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *