takpala alor

ini desa yang secara tidak sengaja saya kunjungi, setelah menerima pesan singkat sms dari rudy loly.

nama desanya takpala, 17 km dari kalabahi. bawa kamera dengan memory banyak, dan bila sempat ke pulau pantar, mampirlah ke desa mawar. desa dengan penataan batu-batu..

sesampai di kalabahi, maka segera saya tahu bahwa takpala memang mudah dicapai di pulau yang kecil ini. hanya sekitar 20 menit dengan ojek si john sampailah saya di sana. dari tepi jalan yang menyusuri tepian pantai, belok dan mendaki ke kanan, di mulut jalan yang ada spandoek bertulisan “welcome to takpala”. teruuus… mendaki jalanan yang pernah diaspal halus hingga ke perhentian sebelum masuk ke desa tradisional itu.

di sini pemandangan ke laut amatlah elok. beberapa anak terlihat bermain dan bergulat, perempuan tua mengumpulkan asam jawa yang berjatuhan dari pohon-pohon asam berukuran raksasa di sana..

naik tangga yang terdiri dari 20-an anak tangga dan berjalan 25 m di atas jalan berkerikil, masuklah kita ke halaman desa takpala. halaman ini bersih, dengan teras-teras yang ditahan susunan batu-batu, maka desa ini seperti berundak-undak. desa ini tidak dibangun pada dataran tapi pada teras-teras bukit yang membiarkan pemandangan laut teluk utara “leher burung” pulau alor itu terbuka leluasa.

di halaman tengah desa ini terdapat struktur peninggian lantai dengan geometri lingkaran yang ditengahnya ditanam bambu dan portal untuk menggantungkan persembahan ketika upacara dilangsungkan. ya, struktur ini diperlakukan sebagai altar ketika ada upacara adat di sana, sementara warga desa menari lego-lego di kelilingnya.

saya memilih mengobrol dengan tetua di situ, bapa timoteus lanma dengan istrinya amalia dan putrinya dorkas. sehabis menyerahkan sirih pinang, saya menghabiskan sore di rumah beliau, sambil minum kopi yang mereka tanam sendiri dan makan pisang goreng dari kebun mereka sendiri.

3 Comments on takpala alor

  1. reni
    August 27, 2008 at 2:19 pm

    waduh…dari ceritanya…saya sepertinya juga sedang berada disana,
    melihat pemandangan ke laut yang elok…. beberapa anak terlihat bermain dan bergulat, perempuan tua mengumpulkan asam jawa yang berjatuhan dari pohon-pohon asam berukuran raksasa di sana….
    Bro -nama kak rudy dirumah- tdk bercerita kayak begini…hehehe..critanya hanya tentang perjalanannya yg naik turun pesawat, naik turun perahu…..( hahahaha )
    LECTIO –> wajib dibaca oleh para mahasiswa di Duta Wacana….:D

  2. anto
    August 28, 2008 at 7:45 am

    he..he..
    dijadiin novel atau film aja ya?

  3. alle
    September 14, 2008 at 2:53 pm

    sungguh,..
    saya suka laut alor…
    dari atas bukit saat perjalanan ke alor timur tampak seluruh bagian pulau alor
    Never ending stories sepertinya di Nusa Cendana ini 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *