pisowanan agung

orang yogya amat emosional bila penafsiran mereka mengenai ‘keistimewaan DIY’ itu ditandingi dengan penafsiran yang lain. terlebih lagi dengan ucapan-ucapan presiden republik indonesia sekarang yang dikalimatkan seperti ini “masak iya ada jabatan gubernur seumur hidup” maka, itu bener-benar dianggap nylekit buat kebanyakan orang yogya. orang awam, orang kebanyakan.

penjelasan yang berujung pada dipisahkannya institusi kraton yogyakarta dari jabatan gubernur akan ditanggapi dengan segenap pikiran dan perasaan, emosional. terlebih lagi pemerintah republik indonesia sekarang bener-bener tidak berwibawa, seperti jadi bulan-bulanan. baik oleh lawan politiknya mau pun oleh kekuatan negara dan bangsa asing di sekitar kita. 

pengakhiran masa jabata gubernur DIY oleh sultan hamengku buwana X sekarang bila disertai dengan penafsiran baru atas keistimewaan daerah ini sulit diterima orang kebanyakan. mereka masih percaya bahwa kehidupan yang tenang di yogya ini -sementar daerah lain bergolak- ada hubungannya dengan wibawa kraton yang memiliki kekuasaan. bila itu dilucuti, dan diserahkan pada mekanisme yang berlangsung di sebagian besar provinsi di republik ini, maka ada kekhawatiran daerah ini hanyalah jadi kepanjangan tangan pusat yang sampai saat ini tidak punya wibawa sama sekali.

saya menerima undangan untuk acara PISOWANAN AGUNG, nanti tanggal 28 oktober 2008. pilihan kata yang dipakai saja sudah memerlihatkan emosi yang mendalam. belum lagi, nanti akan berhimpun ribuan orang di alun-alun… bakal jadi peristiwa yang emosional pula.

tentu saja, saya ingin ambil bagian di situ. ingin jadi saksi peristiwa penting ini. bila anda tertarik ikut, apa pun motivasi anda, silakan datang nanti:

hari, tanggal  :  Selasa, 28 Oktober 2008
tempat           :  di Alun-Alun Utara Karaton Yogyakarta

7 Comments on pisowanan agung

  1. madewira
    October 21, 2008 at 12:27 pm

    wah terima kasih informasinya pak..
    saya yg jarang baca koran jadi tahu ada perhelatan besar

    ngomong2, “pisowanan” itu artinya apa ya pak?
    hehe…

  2. anto
    October 21, 2008 at 12:40 pm

    ini dari kata ‘sowan’ yang artinya ‘menghadap’ pada orang yang lebih dihormati.
    jadi, pisowanan artinya peristiwa mengadapnya [sekelompok] orang pada orang yang dihormati.
    nah,
    pisowanan agung lalu berarti peristiwa khusus menghadapnya sekelompok orang pada orang yang khusus pula. dalam hal ini raja atau sultan, bila di yogya.
    pilihan istilah ini, menghadapnya sekelompok orang kepada raja, sudah menegaskan sikap para penghadap itu terhadap yang dihadap.
    yang dihadap adalah yang dianggap sebagai raja. bukan sekadar orang yang dihormati.
    pilihan istilah ini saja sudah politis, sudah mendaulat bahwa yang akan dihadap nanti tanggal 28 oktober 2008 itu adalah raja.
    keren kan?
    bagaimana bahasa menyatakan posisi sosial masyarakat? dan bagaimana bahasa mengangkat atau menumbangkan seseorang?

  3. Roos
    October 21, 2008 at 1:57 pm

    Nanti cerita-cerita ya Om…aku gak pernah je jalan-jalan atau masuk kraton Yogya…hehehe.

    Kraton Solo aja cuma lewat…piye iki?

  4. anto
    October 21, 2008 at 3:05 pm

    cen kebangeten kok kowe kuwi ndhuuk…

  5. Eky
    October 22, 2008 at 9:22 am

    Mo, aku nggak berani komentar, takut terbawa emosi diri (tahu sendiri ‘kan, aku trah Solo).
    Aku tunggu aja laporan pandangan mata + foto-foto + analisismu.
    Kalau perlu, tolong lengkapi dengan analisis berdirinya kraton Yogya dan analisis kenapa Yogya mendapatkan embel-embel ‘daerah istimewa’ (apakah karena pakai telor, atau karena apa).

    Nuwun & Tabik
    =ESP=

  6. anto
    October 22, 2008 at 9:29 am

    ya,
    aku nanti cuma dateng sebagai saksi saja.
    ini permainan politik orang jakarta jelang 2009.
    ngeri banget aku, nek sudah main pengerahan massa gini ini.
    tulisanku di atas sebenernya juga pengen mengingatkan, agar orang yogya tidak terlalu emosional.
    nek sudah emosional, maka gampang digiring dan dia akan nurut ‘dengan sepenuh hati’ ke mana angin bertiup.
    massa itu tidak berjiwa kok. hanya gerombolan!

  7. suto
    October 24, 2008 at 3:21 pm

    Wah,
    memang betul, kada mbah Pawiro dulu kala,
    seorang yang dihormati itu, kalau diremehkan oleh lawan (politik) pasti wadyo bolonya pasti akan marah,
    Jadi orang yang dihormati itu dikatakan berwibawa, artinya juga punya pengaruh, nah yang bagus di Yogya itu pengaruh baiknya. Marahnya tidak di ekspresikan dengan gembar gembor, tetapi cukup dengan bertapa pepe.
    atau mengadakan pisowanan, artinya menghadap untuk diberi petunjuk ataupun pengertian2.
    Nah kalau sang pemimpin itu grusa-grusu, maka pengaruhnya jadi buruk, maka suasana akan semakin panas.
    Saya percaya bahwa HB X itu sudah mengendap emosinya, jadi pastilah suasananya cooo……..o..l !!!
    Semoga saja Hyang Maha Agung senantiasa menyertai rakyat Jogja.
    Jangan lupa bawa camera milik kantor sebelah yang masih baru, biar jepretannya asyiik.

    Tabik Pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *