pernyataan dari alun-alun yogyakarta

orang jawa kalau mau memerlihatkan keajaiban atau kekuasaannya, lihatlah apakah dia bisa menghentikan hujan.

dan tadi pagi kota yogya memang hujan, deras dan lebat sehingga kami bisa menikmati udara bersih karenanya. sesiangan hujan deras, padahal semua tahu bahwa sorenya akan ada perhelatan besar di alun-alun.
dan percaya sajalah, saudara-saudara, hujan itu berhenti sendiri sekitar pukul 14.00-an, sehingga rombongan yang akan ke alun-alun itu bersuka cita. paling tidak, itu yang dirasakan oleh beberapa orang jawa yang ikut rombongan saya.
saya ikut bus C, dari rombongan A-F. penak. bareng orang-orang sederhana dan bermacam-macam warna kulitnya: ada tionghua, batak, sumba, jawa, manado, papua, toraya… ada yang ngerti dan banyak yang tidak. ini mau ngapain..?

jam segitu, sudah sulit masuk ke seberang barat sungai code [kraton yogyakarta dibatasi oleh sungai code di timur dan sungai winanga di barat]. kami berhenti di timur jembatan sayidan. dan setelah lalu lintas bisa diatasi, enam bis itu bisa menerobos masuk hingga ke depan bank indonesia. di situ kami semua turun.
berbaris dalam rangkaian tali rafia, kami masuk ke alun-alun, yang waktu itu sudah gempar oleh teriakan para koordinator lapangan yang memegang mikrofon dan mengajak untuk memilih sultan dengan kalimat-kalimat yang sering kali aneh dan sulit masuk di nalar. pokoke sultan didorong untuk maju jadi capres.

itu memang inti acara pisowanan agung ini: mendengar pemakluman sultan mengenai kesediaannya menjadi capres. dan sekitar pukul 15.45, setelah berbagai atraksi seni dan doa-doa, beliau naik mimbar dan menyatakan kesediaannya yang ditunggu-tunggu itu. saya mendengarkan dari jarak dekat, di sekitar pohon beringin kembar:

demi bakti saya pada ibu pertiwi, saya bersedia menjadi calon presiden tahun 2009

pernyataan itu diulang 2 kali, sambil mengajak khalayak membuat ikatan jari dari kedua tangan, membentuk simbol ‘persatuan’. dan khalayak bertepuk tangan, sambil bunyi-bunyian gamelan menyahut di sekitar kami.

begitulah, memang hanya itu. tapi, ini memerlihatkan bahwa beliau memang punya power. power ‘alusan’ yang diperlihatkan dengan datangnya orang-orang sederhana. walau pun, ada pula yang menyolok dalam perhelatan itu: adalah kehadiran simbol-simbol partai republikaN. di mana-mana.

entah siapa mereka…

beberapa menit setelah pernyataan itu, kami pun beringsut pulang, mengosongkan alun-alun, memencar keluar mencari bus masing-masing.

dan hujan lebat kembali menerjang…

2 Comments on pernyataan dari alun-alun yogyakarta

  1. Eky
    October 29, 2008 at 10:08 pm

    Saya pernah dengar, beberapa bulan lalu dia ingin mundur dari jabatan Gubernur ?
    (alasan : sudah 2 X menjabat)
    Kok ceritanya jadi begini ?
    =ESP=

  2. anto
    October 29, 2008 at 11:48 pm

    wis ben…
    wong karep-karepe dhewe kok…he.he..
    aku juga ndak ngerti je.
    sekadar melaporkan, gitu…ganti..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *