asta dan ngasta [adven I]

Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia” (Mazmur 24:3-5).

Dalam Bahasa Jawa, kita mengenal kata asta dan ngasta, yang pertama berarti “tangan”, sedang yang kedua berarti berbuat atau lebih luas lagi dipahami sebagai “bekerja”. Meski pun kata ngasta berasal dari kata asta, namun pengertian ngasta tidak hanya terbatas pada perbuatan-perbuatan yang dikerjakan dengan tangan atau asta secara langsung, tapi semua pekerjaan seumumnya pun disebutnya sebagai ngasta. Rupanya, bagi Orang Jawa, bagian tubuh yang disebut “tangan” ini memiliki pengertian dan peran yang lebih luas dari pada yang bisa dibuat olehnya.

Kecenderungan orang untuk menghubungkan pengertian “tangan” pada pengertian pekerjaan seumumnya itu rupanya tidak hanya monopoli Orang Jawa. Orang Belanda atau orang Jerman pun memahami sedemikian bahwa “tangan” adalah wakil dari seluruh pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh manusia dalam hidupnya. Dunia ini diwarnai dan dibentuk oleh pekerjaan-pekerjaan manusia, secara pribadi maupun bersama-sama dalam kelompok.

Perikop yang kita baca pada pagi hari ini memberi gambaran mengenai persiapan menjelang kedatangan Raja Kemuliaan. Pada bagian pertama [ayat 1-6] dinyatakan bahwa dunia ini adalah milik Tuhan, Tuhanlah yang mengadakannya, yang membangunnya. Karena dunia ini milik Tuhan maka hanya Dialah yang memiliki kewenangan atasnya. Pada bagian kedua [7-10] adalah berita pemakluman bagi para milikNya bahwa Tuhan hadir dan harus disambut sepantasnya: dengan pintu yang terbuka lebar-lebar.

Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan?” Pertanyaan retorik pemazmur ini dijawab sendiri dengan mengatakan bahwa hanya mereka yang tangannya bersih dan murni hatinya sajalah yang boleh berada di sana, yang boleh menerima berkat Tuhan.

Masyarakat sekitar kita pada masa kini membutuhkan sekali keteladanan. Berbagai anjuran baik sudah didengar dan berseliweran di sekitar kita, namun jarang sekali ada orang yang selaras antara tindakan dan ucapannya. Misalkan pun ada, itu harus dengan susah payah ditemukan di antara orang-orang sederhana. Orang-orang yang rendah hati, yang tidak ingin menonjolkan diri. Orang-orang ini memperlakukan perintah Tuhan agar “membersihkan tangan dan memurnikan hatinya” secara sungguh-sungguh, diam-diam, tanpa suara, tidak bilang-bilang… Mereka seperti orang yang menjalani tapa ngrame: di tengah keramaian dunia dia teguh mempertahankan keheningan nurani.

Pada masa Adven pertama minggu ini kita diminta untuk mempersiapkan diri dengan menyucikan perbuatan tangan kita. Kita diminta untuk membersihkan pekerjaan sehari-hari kita dari noda penipuan, penyelewengan dan kebohongan. Tidak hanya untuk menyambut kedatangan Raja Kemuliaan yang masih jauh, tapi juga untuk menyambut tiap-tiap kesempatan yang Tuhan berikan, termasuk anugerahnya yakni hari Senin ini untuk kita pakai bekerja sebaik-baiknya bagi Tuhan.

Di awal hari ini, marilah kita berjanji untuk bekerja dengan bersih, dengan hati yang murni. Nampakkanlah itu dalam senyum, dalam keramahan dan ringan tangan untuk membantu serta menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita hari ini, tanpa menunda-nunda. Baik pekerjaan di rumah tangga maupun di tempat kerja.

Menanti kedatangan Tuhan adalah dengan mempersiapkannya. Dan mempersiapkan kedatangan Tuhan secara pantas adalah dengan menyucikan perbuatan tangan kita hari demi hari. Marilah kita membersihkan tangan kita, simbol dari pekerjaan kita, agar melaluinya kita dilayakkan untuk menyambut kedatangan Raja Kemuliaan.

Yakinlah bahwa bila kita semua mengisi masa penantian ini dengan bekerja dengan tangan yang bersih, dengan hati yang murni, maka dunia akan lebih baik. Dunia menjadi tempat yang pantas bagi kehadiranNya.

1 Comment on asta dan ngasta [adven I]

  1. YULI
    December 18, 2018 at 8:14 am

    ooohh begitu yang terjadi , thanks for info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *