SEJARAH BISA DITULIS LAGI

gempa dan bencana alam, selain peperangan dan epidemi, adalah kondisi-kondisi yang sering mengubah jalannya sejarah. fernand broudel dan sejawatnya dalam historiografi mashab annales meyakini ini: sejarah dibentuk oleh kondisi-kondisi yang lebih kuat dan lebih besar dari seorang individu hebat.

gempa di yogyakarta dan sekitarnya ini seperti menyusun ulang sejarahnya. gempa tektonik yang bersumber di laut selatan itu menjalar ke daratan di utaranya, menyusuri sungai opak sampai jauh di klaten dan naik ke puncak merapi. di lipatan bumi yang sekarang berisi air sungai opak itu kiri kanannya berdiri bangunan-bangunan kuna, permukiman-permukiman lama… entah itu candi, istana, makam raja, hingga ke perdusunan masyarakat jawa biasa. jalur air ini menyimpan catatan sejarah panjang bagi masyarakat jawa pedalaman.
konon, orang jawa memercayai bahwa pasukan kangjeng ratu kidul bila hendak ke merapi akan melalui kali opak ini, kali yang menghubungkan gunung merapi dan laut kidul. penguasa gunung dan lautan, penghubung pemukim pegunungan dan pinggiran pantai selatan.

tentu saja, sekarang semuanya gemetar karena gempa. yang kuat masih tetap bertahan, namun kebanyakan rebah ke tanah di bawahnya.

agaknya kisah sejarah memang harus ditulis ulang. entah dengan cara bagaimana lagi. ditulis dari sudut yang menang dan kuat? atau ditulis dari sudut yang terjerembab dan berusaha bangun lagi? mungkin kita ini memang keturunan orang yang sudah ditakdirkan oleh alam untuk jatuh dan bangun lagi. bukan pendiri monumen-monumen yang tegak lestari. kita ini menghuni lokasi tropik yang proses regenerasinya cepat sekali.

jatuh, bangun…jatuh, bangun…jatuh dan bangun kembali. tulisan sejarah kita mustinya bukan tulisan tentang orang-orang hebat, tapi tulisan tentang orang yang berada dalam perubahan kejadian alam yang hebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *