rumah bulat di batu tua

nama desa ini fatumnasi, yang menurut pak lambert oematan, bisa diindonesiakan sebagai batu tua. nama suatu desa di lereng bukit mutis, di timor. kadang kala,  nama fatumnasi bisa diartikan sebagai batu berjenggot, entah apa maksudnya. tapi di sana memang adanya batu melulu. dan di hutan lindung gunung mutis itu, pohon-pohon banyak yang batang dan rantingnya berjenggot. bersulur-sulur di sekujur batangnya.

saya ke sana, karena didorong ingin tahu lebih lanjut tentang rumah adat orang timor. orang-orang gunung yang menamakan dirinya sebagai atoni pah meto. orang-orang dari tanah kering, begitu bila diindonesiakan nama diri tadi.

rumah-rumah di fatumnasi umumnya terdiri  dari dua buah struktur bangunan. rumah bulat, yakni rumah induk, dan istanis, atau rumah depan. rumah bulat [umekbubu] adalah rumah asli mereka sebagai orang gunung. berdenah lingkaran dengan diameter sekitar 6 meter dan tinggi bangunan juga sekitar 6 meter, rumah ini memuat segenap kebutuhan tinggal dan menetap orang-orang timor.

sedangkan istanis adalah bangunan persegi panjang, berukuran sekitar 5×6 meter, dengan dinding dari pelepah dauh lontar yang disusun berderetan membentuk pola larik-larik vertikal. di sini mereka menerima tamu, dan juga membuat kamar untuk sehari-hari di musin panas. istanis bisa ada bisa tidak dan bila ada maka ia selalu diletakkan di depan atau di samping rumah bulat. ini pertanda bahwa struktur ini memang datang belakangan. dibuat belakangan.

dengan bentuk rumah bulat yang seperti itu maka bisa dimaklumi bila pengembangan suatu rumah adalah berarti penambahan struktur baru di halaman rumahnya. bentuk bulat itu sulit dikembangkan atau diperluas dalam dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *