kopi gulaku

saya ngopi sehari secangkir di pagi hari. ketika saya harus memulai pekerjaan dalam kesendirian. kopi ini, selain mengandung kafein pekat, diam-diam juga gula.
gula di cangkir saya cuma seukuran sendok teh. sementara kopinya sesendok makan. pahitnya bukan kepalang.
tapi, itu harga yang harus dibayar, untuk menikmati kopi yang sungguh-sungguh kopi.

saya biasa membeli biji-biji coklat gorengan ini untuk digiling sendiri. gilingan yang tidak halus benar… tapi biarlah. toh, nanti juga disaring dengan filter di coffee maker.
karena itu, saya jarang beli kopi di warung. saya juga jarang minum kopi bikinan orang lain. sebisa-bisanya, saya bikin sendiri kopi ini. atau, memercayakan pada baristo di cafe yang terpercaya.
tapi saya jarang sekali ke cafe.
jadi,
ini adalah masalah kepercayaan. rupanya, saya tidak terlalu percaya pada lain orang untuk hal-hal yang termasuk privat ini. ngopi bagi saya, sulit dikerjakan beramai-ramai.

saya senang ngopi sendirian. bersama kafein dan gula.
musuh bagi orang-orang lanjut usia seperti saya.
yang ternyata, diam-diam, mereka berdua bergulat dalam tubuh saya.
hari demi hari, tiap pagi, ketika saya mengawali kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *