lebat

lebat, bisa dikenakan pada rambut. juga pada hujan.
mungkin karena ada kesamaan di antara keduanya. hujan bisa tercurah dalam bentuk berlarik-larik seperti rambut. hanya, bila kelebatan rambut tidak mengubah volumenya, maka kelebatan datangnya hujan bisa berarti tertampungnya sejumlah air yang terus-menerus bertambah volumenya.

dua hari ini hujan turun dengan lebat. meski pun siang ini kedatangan hujan tadi tidak lebat -tapi berintik-rintik merata- namun tetap saja akibat yang nampak sangat terasa. kepala dan rambut yang basah oleh rintik hujan, itu lebih berbahaya bagi orang tua seperti saya. bisa pusing dan masuk angin!

di mana-mana, di perumahan kami, air menggenang seperti sedang mengantre untuk mengalir ke selokan-selokan yang juga dengan susah payah penggelontorkan isinya. luar biasa. kelebatan hujan dua hari ini memengaruhi perilaku kebanyakan dari kami, penghuni perumahan pinggiran sawah ini.

jalanan berubah seolah batang sungai. padahal, kami tidak siap untuk bersepeda atau bersepeda motor di sungai… terkurunglah kami semua di rumah, dengan kecemasan dan bertanya-tanya siapa gerangan yang sudah menahan aliran air sebesar ini untuk mengalir di muara sana?

kota, perumahan dan bangunan-bangunan mustinya tidak mencegah-cegah kekuatan alam ini berlalu. tidak akan kuatlah kita. kepadatan perumahan, peresapan, haruslah membiarkan kekuatan alam ini bekerja. tanpa ditahan-tahan.

1 Comment on lebat

  1. eky
    February 13, 2009 at 11:22 pm

    Hujan tahun ini memang agak lain.
    Biasanya berpuncak di Januari, lha kok sekarang di Pebruari.
    Ada daerah yg biasanya nggak mendapatkan ‘jatah’ banjir, lha kok sekarang dapat jatah Bantuan Langsung Banjir (BLB — menyadur istilah BLT).

    Di Ramalan Cuaca jaman dulu ada istilah hujan tidak merata.
    Sekarang ada istilah Rejeki Tidak Merata . . . . . (loh, itu kan gerutu orang yg lagi iri !)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *