javaense reyse

perjalanan bersepeda onthel beberapa hari ini, mengigatkan saya pada perjalanan dinas rijklof van goens yang dari batavia, lewat semarang, sampai ke sini, plered. tempat saya juga mengakhiri perjalanan dari muter-muter kawasan perdesaan di pinggiran yogyakarta.
catatan utusan VOC ini, menggambarkan bahwa plered adalah ibukota mataram. bukan kota pinggiran, meski tempatnya bergeser beberapa kilo dari ibukota mataram sebelumnya: kotagede. plered adlah ibukota yang baru, yang dibangun ketika susuhunan mataram [kelak disebut dengan hormat oleh para keturunannya sebagai sultan agung] berjaya.
sultan agung tidak sempat bermukim di plered yang dibangunnya. dalam proses pembangunan itu beliau lebih sering berada di karta -3 km di barat plered- setelah meninggalkan kotagede. plered ditinggali oleh penggantinya yang sering digambarkan sebagai raja yang bengis, paranoid dan diduga sakit jiwa karena menyampakkan golongan islam yang semakin menguasai istana, sejak  masa akhir pemerintahan orangtuanya. dia suruh bunuh 5000-an ulama, dia campakkan pula gelar sultan yang kearab-araban, dan dia bangkitkan kembali sentimen jawa dengan menggunakan gelar lama susuhunan amangkurat.
buku yang diterbitkan kembali dengan pengantar dan catatan-catatan tambahan oleh darja de wever ini mengambil setting ketika susuhunan amangkurat agung ini bertahta, di istananya yang baru, yang dikitari oleh danau buatan: plered.
darja memberi pengantar, dan kemudian memberi banyak catatan samping [marginalia] tetnang istilah-istilah bahasa belanda lama yang digunakan van goens, nama-nama tempat yang sudah berubah [misalnya silimby yang ternyata adalah kota bayalali sekarang], dia tambahkan juga peta, gambar dan foto-foto, ditambahkan pula nomor paragraf, sehingga buku ini lebih semarak dan bisa diikuti oleh orng masa kini.
siip…
perjalanan ngonthel saya kali ini terasa lebih bermakna dengan pertolongan buku laporan perjalanan ini!

1 Comment on javaense reyse

  1. anto
    February 26, 2009 at 12:48 pm

    komentar ini datang dari benny@peter.petra.ac.id yang terhapus oleh akismet, lalu ada copy yg masih bisa saya selamatkan dan sekarang saya muat di sini. mohon maaf pada pak beny atas kecelakaan yang tidak disengaja ini
    ===
    rijklof van goens adalah sahabat baik Sunan Amangkurat, bahkan Sunan sering menyebutnya sebagai “Kapten Jambi”.Apa benar Sunan Amangkurat yang sering digambarkan sebagai bengis, paranoid dan diduga sakit jiwa? Tapi Sunan bisa memerintah begitu lama. Setelah perdamaian yang difasilitasi oleh Ibu Suri antara pangeran Purbaya dan Sunan sendiri konon raja Mataram bersikap baik. Dendamnya terhadap Wira Guna dan orang-orang lain, disebabkan karena adanya ancaman atas mahkotanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *