ENIK SUSWATI

DIK ENIK

pernikahan saya dengan enik suswati kami persaksikan di depan jemaat gereja kristen jawa wonosari, gunungkidul pada tanggal 09 juli 1994 dan kemudian mengundang rekan-rekan dan sanak-saudara pada resepsi esok harinya, 10 juli 1994 di bale desa wonosari.

pasangan saya ini [dalam bahasa jawa dirumuskan dengan bagus oleh penerjemah alkitab sebagai rowang kang sembada] sekarang bekerja di puskesmas piyungan, bantul. dia memang dokter gigi, lulus dari ugm. ketika mengenalnya, dia baru saja diterima bekerja di palang merah indonesia surakarta.

kali pertama mengenalnya karena diperkenalkan oleh induk semang, tempat saya indekos di jalan sagan kidul: henny prabaningrum. henny ini mengajak enik tadi berkenalan dengan sedulu-sedulur sikep di sukalila, pati. demikian pula henny mengenalkan saya pada mereka juga. sedulur sikep sering disebut sebagai para pengikut samin surasentika yang melakukan perlawanan di daerah jawa tengah bagian utara.

ketika rombongan sedulur-sedulur sikep tadi berdarmawisata ke yogya dan sekitarnya, saya dan enik termasuk yang diajak henny untuk menemani rombongan tadi. di situlah saya dijodohkan oleh beberapa orang dari sedulur-sedulur sikep tadi untuk jadi rukunan. istilah mereka untuk suami-istri.

rasanya, saya setuju dengan saran itu. maka tidak lama kemudian, saya melanjutkan perkenalan itu dengan lebih mendalam. dan kami bersetuju untuk menikah.

kami berdua diberi tuhan dua anak, iwang dan abra. laki dan perempuan, artinya, sudah cukuplah tidak perlu ditambah-tambah lagi. lagi pula ini seperti pesan agar kami lebih memersiapkan masa depan mereka, tidak perlu menambah jumlah anak lagi. kami memang dinilai orang menikah terlambat.

enik suswati, nama ini menurut ibunya dikenakan padanya ketika ibu itu sedang mengikuti kursus sukarelawati di jakarta. beliau sekeluarga memang pengikut bung karno [demikian pula keluarga saya].

kami sekeluarga sejak semula ingin bersekutu dalam jemaat yang kecil saja. dan tuhan mengijinkan itu dengan memasukkan kami dalam persekutuan gereja kristen jawa di kotagede. ini jemaat yang tidak besar, tempatnya pun di tengah perkampungan. tapi entah mengapa, kami langsung jatuh cinta ketika kali pertama ikut ibadah di dalamnya. seingat kami, kami berdua terkesan ketika mendengar jemaat di sini menyanyi: lantang, tidak takut-takut…

KE PAGE DIWANGKARA
KE PAGE ABRA KADYARINA
KE PAGE RUMAH KAMI

3 Comments on ENIK SUSWATI

  1. aji darmanto
    April 4, 2008 at 11:11 am

    Salam untuk bu Drg. Enik suswati dari Aji Darmanto, rekan sewaktu KKN di desa Wonoyoso, Kec. Pituruh, Purworejo tahun 1989.
    Saya sekarang tinggal di Tegal dan bekerja di PDAM Kabupaten Tegal. Punya anak 1 berumur 3 tahun dan tentu saja beristri 1 orang. Kami menikah di GKJ Tegal tahun 2004.
    Saat ini di GKJ Tegal sedang dilaksanakan pemanggilan pendeta. Dan yang terpilih menjadi calon pendeta sementera adalah Bernardus Eksilimawan M. dari GKJ Wonosari lulusan Theologia Duta Wacana. Kalau semua tahapan berjalan lancar, tahun 2009 akan ditahbiskan menjadi Pendeta GKJ Tegal.
    Demikian dan salam untuk seluruh keluarga Bp Mahatmanto.
    Tuhan memberkati.

  2. anto
    April 5, 2008 at 7:37 am

    salam hangat juga untuk keluarga mas aji.
    kalau pas ke yogya silakan mampir ke rumah.
    tak suguhi teh atau kopi sing enak he..he..
    [padahal teh tegal itu rak paling enak sak duniya yaa..?]

  3. Stefanus
    May 27, 2008 at 12:46 pm

    Dik Anto, sering didelok omahku iki maklum wis kolot dadi yo mung timbang nganggur, sekedar mbuang sebel. Salam untuk semua keluarga, mbak Ety durung biso tilik nenggone di Anto, lha wong Mas Mantyo ora tau ngampirke. Emben aku yo nginep neng Jogya karo mbak Heny mas Giri dll ketemu karo mas Yo, salam kanggo bulik yo. (Mas Kondang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *