merusak studio tv one

tv one ini memang media yang tidak imbang dalam pemberitaannya tentang pemilihan presiden kali ini.
apa yang diberitakannya tidak membangun opini yang positif bagi masyarakat: yang disiarkan hanyalah pandangan sepihak yang memuji satu pihak dan memfitnah pihak lain.
demikianlah yang sehari-hari ia siarkan, di masa kampanye pemilihan presiden ini.
tidak heran, bila yang merasa dirugikan lalu timbul kejengkelan dan kebencian pada media ini.
pada opini dan pesan-pesan yang disiarkannya dari studio, meluas ke pelosok-pelosok negeri melalui gelombang yang tidak terlihat mata.

lalu, apa artinya kalau kita kemudian merusak studionya sementara siarannya tetap bisa berlangsung?
opini yang disiarkan media dari studio itu tidak terlihat mata.
kalau pun kita merusak studionya, opininya tidak terganggu olehnya.
bahkan,
bisa jadi malah muncul opini baru yang makin menjelek-jelekkan pelakunya.

mungkin ini semacam shock-therapy yang dilakukan dalam waktu cepat dan cukup sekali saja.
namun untuk selanjutnya, opini negatif harus dibalas dengan fakta yang membantahnya.

my reading status

begitulah senyatanya,
saya jarang sekali menyelesaikan baca satu buku.
barangkali, kurang disiplin dalam menekuni satu hal, dan sering berpindah-pindah perhatian.
tapi memang kebiasaan baca saya adalah MENCARI INFORMASI, katimbang menikmati alur pengisahan.
karenanya, saya jarang sekali baca fiksi.
payah memang, sebab membaca fiksi itu juga bermanfaat dalam mengembangkan imajinasi.
jaree….

kita tidak sedang berperang!

kita ini tidak sedang berperang pak!
kita sedang berkompetisi memilih mana ide-ide yang lebih bagus buat membangun negeri ini.
anda punya?

atau anda menganggap kreativitas dan otentisitas ide itu cuma cincai saja sehingga gak ada yang bisa diperbuat kecuali menjiplak?

kita ini tidak sedang berperang pak!
sehingga tidak perlu berusaha membinasakan lawan.
gunakan otak buat membangun, bukan merusak.

[maaf] anda punya?

1 2 3 4 168