Posted in April 26, 2013 ¬ 8:59 pmh.anto
tempat orang menikmati kopi ini sekarang mengalami pergeseran arti.
beberapa bulan lalu, anak menteri nabrak orang sampai mati, juga dikabarkan barusan pulang dari cafe bersama pacarnya.
lalu, sekitar sebulan lalu, ada preman bentrok sehingga membunuh seorang anggota kopassus. suatu kasus yang akhirnya melahirkan balas dendam kopassus yang dikecam dunia karena mereka itu membunuhi terduga pelaku yang sudah diamankan petugas di penjara.
cafe diidentikkan dengan tempat hiburan, setara dengan tempat lain yang juga mengalami degradasi makna: diskotek, pub, niteclub.
kemaren lagi,
ada ustaz meninggal gara-gara nabrak pohon, sepulang dari cafe. begitu kata media.
diceritakan bahwa sepulang dari cafe itu, sang ustadz sudah dua kali terjatuh dari motor gedenya, sebelum akhirnya nyawanya berakhir ketika motornya menabrak trotoar dan kemudian pohon.
cafe diidentikkan -lagi- sebagai tempat yang ada hubungannya dengan “kehilangan kontrol” seseorang.
saya adalah penggemar kopi, tapi baru sekali dua kali saja ke kafe.
saya biasa ngopi di rumah, atau di rumah teman yang mengundang.
di warung pinggir jalan pun jarang sekali.
kayaknya, cafe sudah dipahami bukan sekadar tempat orang minum kopi.
sudah lebih dari itu.
entah di mana lebihnya.
Posted in March 17, 2013 ¬ 4:27 pmh.anto
saya kenal nama ini dari page “kota untuk manusia” di facebook.
nama seorang politisi bolivia yang mengusahakan pejalan kaki dan pesepeda diberi tempat terhormat di kota-kota negeri itu.
seperti kita tahu, banyak kota di dunia ini diserbu oleh kendaraan bermotor, yang kemudian menyingkirkan pejalan kaki, pesepeda dan anak-anak bermain dan bergerak bebas dengan aman di ruang-ruang publiknya. tidak banyak yang berhasil menahan lajunya dominasi kendaraan itu.
berikut adalah quotations darinya yang saya ambil dari wikipedia.
“Children are a kind of indicator species. If we can build a successful city for children, we will have a successful city for all people.”
“We need to walk, just as birds need to fly. We need to be around other people. We need beauty. We need contact with nature. And most of all, we need not to be excluded. We need to feel some sort of equality.”
“All this (Bogotá’s) pedestrian infrastructure shows respect for human dignity. We’re telling people, ‘You are important’.”
“Every Sunday we close 120 kilometers of roads to motor vehicles for seven hours. A million and a half people of all ages and incomes come out to ride bicycles, jog, and simply gather with others in community.”
“A bikeway is a symbol that shows that a citizen on a $30 bicycle is equally important as a citizen on a $30,000 car.”
“If we’re going to talk about transport, I would say that the great city is not the one that has highways, but one where a child on a tricycle or bicycle can go safely everywhere.”
“We cannot continue to deceive ourselves thinking that to paint a little line on a road is a bike way. A bicycle way that is not safe for an 8-year old is not a bicycle way.”
“One symbol of lack of democracy is to have cars parked on the sidewalk”.
“An advanced city is not a place where the poor move about in cars, rather it’s where even the rich use public transportation”
Posted in March 14, 2013 ¬ 2:17 pmh.anto
nama ini dipilih oleh paus yang baru. jesuit pertama yang menjabat paus. orang argentina pertama juga yang menjadi uskup roma.
paus yang ini hidup dengan satu paru-paru. jarang tersenyum, meski sambutan perdananya cukup lucu.
ia menjadi penantian banyak orang, di tengah kegalauan gereja katolik dunia.
more links on pope franciscus:
TIME
GUARDIAN
AMERICA MAGAZINE [a jesuit magazine]
PREMIUM TIMES
Posted in February 13, 2013 ¬ 4:04 pmh.anto
pagi ini melihat ada posting menarik di facebook seorang teman, yang mengingatkan saya akan tugas-tugas yang sering saya hindari hanya karena merasa tidak mampu menyelesaikannya. ia mengambil dari tulisan meryellen tribby di huffington post.
tulisan biasa saja, tapi hari ini amat mengena di saya…:-)
kembali saya muat di sini untuk mengingat hari ini dalam sejarah saya.
semoga berguna bagi anda juga.

Posted in January 29, 2013 ¬ 5:11 pmh.anto

saya mengenal navicula ketika pentas di ruang seni sangkring, tahun 2012 lalu.
panggung yang dibuat gotong royong itu membuat saya mengira bahwa yang manggung ini pun group musik “gotong royong” alias “kacangan”.
tapi tidak,
ternyata tidak. lagu-lagunya punya konsep. punya pesan yang ingin disampaikan. umumnya adalah mengenai keprihatinan pada hancurnya alam oleh pembangunan yang tanpa empati. terdengar aneh… grup musik rock tapi tema-tema yang disodorkan romantik.
romantik sih juga tidak… cuma lirik-liriknya kurang menggigit. masih seperti ikut arus wacana besar tentang pelestarian lingkungan.
di facebook ketemu lagi grup musik ini. dan satu lagunya bisa kita dengar di website mereka, tentang munir, yang saya dapatkan lewat korespondensi dengan mereka di facebook tadi: refuse to forget!
Posted in January 28, 2013 ¬ 4:46 pmh.anto
The reader can do what the viewer and the listener cannot, which is to pause and reflect, turn the pages back and the argument over, compare one fact with another and, in general, appreciate the detail of evidence without being distracted by it.
The Ascent of Man (Jacob Bronowski)