Posts Tagged ‘archaeology’

urigo iseki: the yayoi settlement

detail of  touching the ground roof

detail of touching the ground roof,
originally uploaded by lihatlah.

It was during the Yayoi period that rice cultivation first became established on any significant scale, particularly in paddies and particularly in the south and west of the country, and this clearly reflected the cultural preferences of the newcomers. It was to become a cultural foundation for subsequent Japanese through to the present.

It also brought about far more permanent settlement, giving rise to greater territorial identification and – particularly as the population grew to around two million – the need to defend and expand boundaries. This led in turn to increased fighting, in which those who possessed metal weapons – in addition to the ability to muster warrior forces – had their status further strengthened. And of course, increasing warfare between tribes led to inter-tribal ranking in terms of winners and losers.

Asahi in Aichi Prefecture, is the largest Yayoi settlement yet found, covering almost 200 acres as opposed to the 5–70 acres of the typical settlement.

[this information was taken from A HISTORY OF JAPAN: FROM STONE AGE TO SUPER POWER 2nd edition, by: KENNETH G. HENSHALL, Palgrave Macmillan; Version 2]

links below are given by ookawa-san:

http://www.virtualtourist.com/travel/Asia/Japan/Toro_iseki-969058/TravelGuide-Toro_iseki.html

http://web-japan.org/kidsweb/virtual/house/house02.html

 

inskripsi islam tertua

Inskripsi Islam Tertua di IndonesiaInskripsi Islam Tertua di Indonesia by Claude Guillot

My rating: 4 of 5 stars

akhirnya beli juga buku ini.
dan setelah dibuka-buka, saya mengalami dejavu. rasanya pernah kenal deh tulisan-tulisan ini…
baru ketahuan, ternyata memang betul. ini kumpulan dari beberapa esai yang pernah terbit di majalah archipel, asuhan denys lombard dulu. saya sempat mengikuti majalah ini [sstt.. jangan bilang-bilang, saya juga membuat fotokopinya. banyak, hampir tiap edisi punya he..he..]
dengan kemampuan memahami bahasa prancis yang setipis kulit ari, saya coba-coba untuk memahami esai-esai tadi.
syukurlah,
sekarang sudah hadir bahasa indonesianya.

buku ini setia dengan anggapan bahwa sejarah harus bermula dari evidensi tekstual. harus ada tulisan yang bisa dijadiin dasar adanya suatu peristiwa di masa lalu. oleh sebab itu, maka ditemukannya batu bertulis [inskripsi] pada nisan-nisan di sekitar pantai jawa timur, dan pantai utara jawa tengah, mendorong untuk melakukan pembacaan dan mengonstruksi masa lalu masuknya islam ke jawa.

bukan pada apa yang ditulis dalam inskripsi itu yang menarik saya, namun pada kesibukan apa yang dilakukan oleh para sejarawan dalam ‘membaca’nya. mengapa demikian, karena untuk urusan datangnya islam ke jawa sudah banyak ahlinya, tapi sebagai metoda membaca maka saya ingin tahu ‘kegiatan apa saja yang perlu’ dalam membaca teks-teks kuna itu.
untuk membaca teks-teks yang gak kuna-kuna amat, misalnya teks-teks dari abad XIX, bukankah kita juga perlu metoda yang baru untuk menghasilkan simpulan-simpulan yang baru?

saya senang dengan buku ini karena memerlihatkan bagaimana arkeolog dan sejarawan itu berdisiplin dalam mengembangkan pengetahuannya.